Tensi Panas! Menteri KKP Gerah dengan Tuduhan Menkeu Purbaya soal Proyek Kapal

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Hubungan antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memanas setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik soal belum adanya realisasi pemesanan kapal meski anggaran telah dialokasikan.
Menkeu Purbaya mengaku heran karena dana pembangunan kapal sudah dikeluarkan, tetapi belum ada kontrak pemesanan ke galangan kapal.
“Kan aneh enggak masuk akal. Uangnya sudah saya keluarkan, ordernya enggak ada,” ujar Purbaya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Purbaya bahkan menyebut kemungkinan datanya keliru, namun tetap menegaskan bahwa hingga kini belum ada kontrak yang berjalan.
Merespons pernyataan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengaku gerah dan menilai tudingan tersebut salah sasaran. Menurutnya, dana proyek kapal berasal dari pinjaman luar negeri dari Pemerintah Inggris (UK) dan prosesnya masih berjalan.
Trenggono juga menegaskan bahwa pelaksanaan proyek bukan berada di bawah kendali langsung KKP, melainkan Badan Logistik Pertahanan, sementara KKP hanya bertindak sebagai fasilitator teknis.
“Saya enggak ngerti maksud Pak Purbaya? Jadi sebaiknya Pak Purbaya tanya dulu ke anak buahnya sebelum komentar,” tegas Trenggono.
Ia pun meminta Menteri Keuangan lebih teliti dalam memvalidasi data sebelum menyampaikan pernyataan ke publik yang bisa menimbulkan kegaduhan.
“Sebaiknya Purbaya validasi data dulu sebelum menyampaikan seperti itu dong,” pungkasnya.
Polemik ini menambah daftar dinamika internal kabinet terkait pengelolaan anggaran dan kebijakan penguatan industri perkapalan nasional

Baca Juga :  BRIN Prediksi Idulfitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026

Berita Terkait

Insentif Rp1,5 Juta untuk Guru Madrasah Non-ASN Mulai Cair Akhir Juni, Kemenag Pastikan Tepat Sasaran
Tiga Tambang Emas Ilegal Diduga Milik Oknum Kades Puntikalo, Sikap Bungkam Jadi Tanda Tanya Besar
Kadis DPMPTSP Kota Jambi Disorot: Penegak Regulasi atau Pembela Pengusaha Reklame Tanpa PBG?
Anjlok Lebih Rp 20 Miliar di Tengah Menjamurnya Billboard dan Videotron: Akankah APH Mengusut Pajak Reklame Kota Jambi?
Kejagung Setorkan Rp1,02 Triliun Hasil Lelang dan Pemulihan Aset ke Kementerian Keuangan
Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan
Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?
KPK Panggi Fuad Bos Maktour Di Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:05 WIB

Insentif Rp1,5 Juta untuk Guru Madrasah Non-ASN Mulai Cair Akhir Juni, Kemenag Pastikan Tepat Sasaran

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:13 WIB

Tiga Tambang Emas Ilegal Diduga Milik Oknum Kades Puntikalo, Sikap Bungkam Jadi Tanda Tanya Besar

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:14 WIB

Kadis DPMPTSP Kota Jambi Disorot: Penegak Regulasi atau Pembela Pengusaha Reklame Tanpa PBG?

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:14 WIB

Anjlok Lebih Rp 20 Miliar di Tengah Menjamurnya Billboard dan Videotron: Akankah APH Mengusut Pajak Reklame Kota Jambi?

Senin, 15 Juni 2026 - 15:50 WIB

Kejagung Setorkan Rp1,02 Triliun Hasil Lelang dan Pemulihan Aset ke Kementerian Keuangan

Berita Terbaru