Aroma Rasisme di Balik Proyek Negara: Kasatker BPPW Jambi Jadi Sorotan

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Dugaan tindakan rasis dan pernyataan yang merendahkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal menyeret nama Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jambi, Yusrizal, ke tengah gelombang kecaman publik.

Pejabat di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum itu dituding melontarkan ucapan bernada diskriminatif terhadap masyarakat Jambi. Dugaan tersebut langsung memicu kemarahan sejumlah elemen masyarakat karena dianggap telah melukai marwah daerah dan merendahkan putra-putri Jambi.

Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, ucapan yang diduga disampaikan Yusrizal dinilai tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik yang bertugas di daerah.

“Jambi bukan tempat bagi pejabat yang memandang rendah masyarakat lokal. Kalau tidak menghargai SDM daerah ini, lebih baik angkat kaki dari Jambi,” tegas salah satu tokoh masyarakat kepada redaksi.

Baca Juga :  Kursi Pijat Rp125 Juta di Rumah Dinas Gubernur Kaltim Disorot

Pernyataan tersebut memantik reaksi luas di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai dugaan sikap diskriminatif itu merupakan bentuk arogansi pejabat pusat terhadap daerah.

Dinilai Cederai Harga Diri Daerah

Sejumlah elemen pemuda dan tokoh masyarakat menilai ucapan tersebut bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan telah menyentuh harga diri masyarakat Jambi secara keseluruhan.

Mereka menegaskan, pembangunan tidak boleh dibarengi dengan sikap merendahkan masyarakat lokal. Apalagi, pejabat yang bersangkutan memegang posisi strategis dalam pelaksanaan proyek-proyek pemerintah di wilayah Jambi.

“Pejabat datang ke daerah untuk bekerja dan melayani masyarakat, bukan membawa mentalitas penghinaan terhadap warga setempat,” ujar sumber lainnya.

Desakan Permintaan Maaf hingga Pencopotan

Gelombang desakan kini mengarah kepada Kementerian PU dan Direktorat Jenderal Cipta Karya agar segera mengambil tindakan tegas.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Kucurkan Rp72,75 Miliar untuk Beli Sapi di Aceh Sambut Ramadan

Masyarakat meminta Yusrizal menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila dugaan ucapan tersebut benar adanya. Selain itu, tuntutan evaluasi hingga pencopotan jabatan juga mulai bermunculan.

Beberapa tuntutan yang disuarakan publik antara lain:

Permintaan maaf terbuka kepada masyarakat Jambi;

Klarifikasi resmi atas dugaan ucapan bernada rasis;

Pemeriksaan etik terhadap pejabat terkait;

Pencopotan jabatan jika terbukti melakukan tindakan diskriminatif.

Masyarakat juga meminta pemerintah pusat tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Dugaan rasisme di lingkungan birokrasi dinilai berbahaya karena dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Yusrizal maupun BPPW Jambi terkait dugaan pernyataan tersebut.

Berita Terkait

Tito Ingatkan Daerah Terdampak Bencana Percepat Realisasi Tambahan TKD
Insentif Rp1,5 Juta untuk Guru Madrasah Non-ASN Mulai Cair Akhir Juni, Kemenag Pastikan Tepat Sasaran
Tiga Tambang Emas Ilegal Diduga Milik Oknum Kades Puntikalo, Sikap Bungkam Jadi Tanda Tanya Besar
Kadis DPMPTSP Kota Jambi Disorot: Penegak Regulasi atau Pembela Pengusaha Reklame Tanpa PBG?
Kejagung Setorkan Rp1,02 Triliun Hasil Lelang dan Pemulihan Aset ke Kementerian Keuangan
Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan
Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?
KPK Panggi Fuad Bos Maktour Di Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:18 WIB

Tito Ingatkan Daerah Terdampak Bencana Percepat Realisasi Tambahan TKD

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:05 WIB

Insentif Rp1,5 Juta untuk Guru Madrasah Non-ASN Mulai Cair Akhir Juni, Kemenag Pastikan Tepat Sasaran

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:13 WIB

Tiga Tambang Emas Ilegal Diduga Milik Oknum Kades Puntikalo, Sikap Bungkam Jadi Tanda Tanya Besar

Senin, 15 Juni 2026 - 15:50 WIB

Kejagung Setorkan Rp1,02 Triliun Hasil Lelang dan Pemulihan Aset ke Kementerian Keuangan

Senin, 15 Juni 2026 - 15:00 WIB

Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan

Berita Terbaru