BMKG: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dari Normal 30 Tahun Terakhir

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan berlangsung lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis selama 30 tahun terakhir.

Dalam keterangannya, BMKG menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan di bawah normal selama periode kemarau mendatang.

“Musim kemarau 2026 diprediksi bersifat lebih kering dibandingkan kondisi normalnya,” demikian pernyataan BMKG.

Selain itu, BMKG juga mengungkapkan bahwa awal musim kemarau diperkirakan datang lebih cepat dari biasanya dan durasinya cenderung lebih panjang di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  Polda Jambi Musnahkan 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi, Enam Tersangka Diamankan

Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika iklim global, salah satunya potensi kemunculan fenomena El Nino yang dapat mengurangi curah hujan di Indonesia.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa kondisi kemarau tahun 2026 tidak termasuk kategori ekstrem seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kondisi ini bukan yang paling kering, namun tetap perlu diwaspadai karena berada di bawah rata-rata normal,” jelas BMKG.

BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak yang mungkin timbul, seperti kekeringan, krisis air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga :  KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar, Dalami Skandal Pemerasan WNA yang Jerat Silmy Karim

Selain itu, sektor pertanian juga diminta untuk melakukan penyesuaian pola tanam guna mengantisipasi berkurangnya pasokan air.

“Kami mengimbau agar dilakukan langkah mitigasi sejak dini, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan penyesuaian aktivitas pertanian,” lanjut BMKG.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta mulai melakukan langkah antisipasi untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan selama musim kemarau 2026.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru