Praka Rico Jadi Personel TNI Kedua yang Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian dunia. Prajurit TNI, Praka Rico, dilaporkan menjadi personel kedua yang gugur akibat serangan militer Israel di wilayah Lebanon selatan pada 29 Maret 2026.

Sebelumnya, dalam insiden yang sama, satu prajurit TNI lainnya, Praka Farizal Rhomadhon, terlebih dahulu dinyatakan gugur setelah terkena serangan artileri di area penugasan pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNIFIL.

Berdasarkan laporan resmi, serangan terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut. Saat kejadian, kontingen TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL sedang menjalankan tugas menjaga stabilitas dan perdamaian di Lebanon selatan.

Baca Juga :  Pilot Maskapai Asal Malaysia Ditangkap di Bandara Soetta: Jadi Kurir Narkotika 26 Kg dan Positif Tiga Jenis Zat Terlarang

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa selain korban gugur, sejumlah prajurit lain juga mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

“Insiden tersebut menimpa prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas UNIFIL. Satu prajurit gugur dan beberapa lainnya mengalami luka,” ujarnya.

Dalam perkembangan terbaru, Praka Rico yang sebelumnya dilaporkan mengalami luka berat akhirnya dinyatakan meninggal dunia, sehingga menambah jumlah korban jiwa dari pihak Indonesia dalam insiden tersebut.

Baca Juga :  Purbaya Geser Rp34 Triliun Dana Desa ke Kopdes Merah Putih, Ini Tujuan dan Dampaknya

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras serangan tersebut dan mendesak dilakukan investigasi menyeluruh.
“Indonesia mengutuk keras insiden ini dan menyerukan penyelidikan yang transparan,” demikian pernyataan resmi Kemlu RI.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Lebanon selatan yang melibatkan militer Israel dan kelompok bersenjata setempat. PBB sendiri tengah melakukan investigasi untuk memastikan kronologi dan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya para prajurit yang sedang menjalankan misi perdamaian dunia.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru