JAKARTA – Pemerintah membuka akses Istana Kepresidenan bagi kunjungan anak sekolah. Kebijakan ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda.
Program ini dirancang agar pelajar tidak hanya mengenal negara melalui buku, tetapi juga melihat langsung pusat pemerintahan. Dengan begitu, siswa diharapkan memahami proses pengambilan kebijakan sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini.
Kementerian Sekretariat Negara menyebutkan, kegiatan kunjungan akan diisi dengan berbagai agenda edukatif. Mulai dari tur mengenal ruang-ruang penting di Istana, pemaparan mengenai sejarah dan fungsi lembaga kepresidenan, hingga sesi diskusi interaktif.
Pelaksanaan program ini telah dimulai dengan kunjungan siswa dari salah satu sekolah di Jakarta dan akan dijadwalkan secara rutin, sekitar satu hingga dua kali dalam sepekan. Tidak hanya terpusat di Jakarta, program ini juga direncanakan menjangkau sejumlah kompleks Istana Kepresidenan di berbagai daerah.
Pemerintah membuka kesempatan bagi sekolah dari berbagai jenjang, mulai dari SD hingga SMA, untuk ikut serta. Pendaftaran dapat dilakukan melalui Kementerian Sekretariat Negara dengan sistem penjadwalan bergilir.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan edukatif yang lebih terbuka. Istana yang selama ini identik dengan simbol kekuasaan, kini diharapkan menjadi ruang pembelajaran publik yang inklusif.
Dengan kebijakan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memahami bagaimana negara dijalankan dari dekat.












