Misteri Penularan Hantavirus di Kapal Pesiar Mulai Terkuak, WHO Ungkap Dugaan Penularan Antarmanusia

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius mulai menemukan titik terang. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengungkap temuan terbaru terkait kemungkinan penyebaran virus mematikan tersebut yang diduga terjadi antarpenumpang selama pelayaran berlangsung.

WHO menyebut, wabah tersebut diduga kuat berkaitan dengan strain Andes hantavirus, yakni satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat.

Kasus ini bermula saat kapal ekspedisi MV Hondius melakukan pelayaran dari Ushuaia, Argentina, menuju wilayah Atlantik Selatan. Dalam perjalanan tersebut, sejumlah penumpang dilaporkan mengalami gejala serius seperti demam tinggi hingga gangguan pernapasan akut.

Hingga kini, beberapa kasus telah terkonfirmasi positif hantavirus dan dilaporkan terdapat korban meninggal dunia. WHO menduga pasien pertama kemungkinan telah terinfeksi sebelum menaiki kapal, namun penyebaran virus di dalam kapal juga menjadi perhatian utama tim investigasi epidemiologi internasional.

Baca Juga :  Kuwait Tembak Jatuh 3 Jet Tempur AS, Diduga Salah Sasaran saat Operasi Militer

“Temuan sementara menunjukkan adanya kemungkinan transmisi antarmanusia yang terjadi dalam kontak dekat selama pelayaran,” tulis WHO dalam laporannya.

Investigasi juga mengarah pada aktivitas sosial di dalam kapal yang memungkinkan terjadinya penularan, seperti interaksi jarak dekat, penggunaan ruang tertutup bersama, hingga ventilasi kapal yang terbatas.

Meski demikian, WHO menegaskan risiko penyebaran global masih tergolong rendah. Hal ini karena Andes hantavirus umumnya hanya menular melalui kontak erat dan intensif dalam waktu tertentu.

“Risiko bagi masyarakat umum masih rendah, namun pengawasan dan pelacakan kontak tetap harus diperkuat,” lanjut pernyataan WHO.

Baca Juga :  The Trump Administration's Legacy in World Politics: An Assessment

Sebagai langkah antisipasi, WHO telah mengeluarkan peringatan kepada 12 negara untuk meningkatkan pengawasan terhadap penumpang yang sempat berada di kapal pesiar tersebut. Sejumlah penumpang juga diketahui telah menjalani isolasi dan pemeriksaan kesehatan lanjutan di negara masing-masing.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang umumnya ditularkan melalui paparan urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Namun khusus strain Andes, para ahli menemukan adanya kemungkinan penularan melalui droplet dan kontak erat antar manusia.

Gejala awal hantavirus meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan lemas. Dalam kondisi berat, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius yang berpotensi menyebabkan kematian.

Berita Terkait

Iran Tembakkan Rudal ke Pesawat Militer AS di Yordania
Trump Serang Paus Leo XIV Usai Kritik Kebijakan AS di Iran, Ketegangan Politik–Moral Memanas
“Doa Saja Tidak Cukup!” Vatikan Serukan Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang ‘Amoral’ di Iran
Korea Utara Dukung Kepemimpinan Mojtaba Khamenei di Iran, Kecam Serangan AS dan Israel
Iran Tolak Tawaran Dialog Donald Trump Selama Ramadan: “Kami Tidak Berbicara dengan Setan”
Kuwait Tembak Jatuh 3 Jet Tempur AS, Diduga Salah Sasaran saat Operasi Militer
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Tawarkan Diri Damaikan Konflik AS–Israel vs Iran
Prabowo Tiba di Washington, Hadiri KTT Gaza hingga Temui Donald Trump
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 09:59 WIB

Iran Tembakkan Rudal ke Pesawat Militer AS di Yordania

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:25 WIB

Misteri Penularan Hantavirus di Kapal Pesiar Mulai Terkuak, WHO Ungkap Dugaan Penularan Antarmanusia

Selasa, 14 April 2026 - 08:38 WIB

Trump Serang Paus Leo XIV Usai Kritik Kebijakan AS di Iran, Ketegangan Politik–Moral Memanas

Senin, 13 April 2026 - 18:59 WIB

“Doa Saja Tidak Cukup!” Vatikan Serukan Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang ‘Amoral’ di Iran

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:37 WIB

Korea Utara Dukung Kepemimpinan Mojtaba Khamenei di Iran, Kecam Serangan AS dan Israel

Berita Terbaru