Teror “Pocong Begal” Gegerkan Malang Raya, Polisi Pastikan Hoaks dan Minta Warga Tak Panik

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG — Jagat media sosial di Malang Raya beberapa hari terakhir dihebohkan dengan isu kemunculan “pocong begal” yang disebut berkeliaran di sejumlah wilayah. Video buram hingga tangkapan layar status WhatsApp yang viral sukses membuat warga resah dan takut melintas di jalan sepi pada malam hari.

Namun, Polres Malang memastikan kabar tersebut tidak benar alias hoaks. Polisi menegaskan hingga saat ini belum ada laporan resmi maupun fakta di lapangan terkait keberadaan sosok “pocong begal” sebagaimana yang ramai diperbincangkan masyarakat.

Baca Juga :  Sahroni Warning RUU Perampasan Aset: Jangan Jadi Alat Abuse of Power dan Ajang “Hengky-Pengky”

Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Menurutnya, narasi horor semacam ini justru berpotensi memicu kepanikan massal hingga tindakan main hakim sendiri terhadap orang yang dianggap mencurigakan.

“Jangan sampai informasi yang belum tentu benar justru menimbulkan keresahan atau tindakan yang melanggar hukum,” tegas Bambang.

Polisi meminta masyarakat segera melapor ke layanan 110 apabila menemukan hal mencurigakan di lingkungan sekitar, bukan bertindak sendiri. Meski isu tersebut dipastikan hoaks, patroli rutin di wilayah rawan dan jalur sepi tetap ditingkatkan guna menjaga keamanan warga.

Baca Juga :  Ketua Komisi VIII DPR RI Kritik Wacana “War Tiket” Haji: Dinilai Tidak Adil dan Berpotensi Picu Kecemburuan

Fenomena “pocong viral” sendiri belakangan ramai muncul di sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Lamongan, Nganjuk, hingga Sidoarjo. Sebagian besar diketahui hanya ulah orang berkostum atau konten media sosial yang sengaja dibuat untuk menakut-nakuti warga.

Berita Terkait

Insentif Rp1,5 Juta untuk Guru Madrasah Non-ASN Mulai Cair Akhir Juni, Kemenag Pastikan Tepat Sasaran
Tiga Tambang Emas Ilegal Diduga Milik Oknum Kades Puntikalo, Sikap Bungkam Jadi Tanda Tanya Besar
Kadis DPMPTSP Kota Jambi Disorot: Penegak Regulasi atau Pembela Pengusaha Reklame Tanpa PBG?
Anjlok Lebih Rp 20 Miliar di Tengah Menjamurnya Billboard dan Videotron: Akankah APH Mengusut Pajak Reklame Kota Jambi?
Kejagung Setorkan Rp1,02 Triliun Hasil Lelang dan Pemulihan Aset ke Kementerian Keuangan
Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan
Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?
KPK Panggi Fuad Bos Maktour Di Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:05 WIB

Insentif Rp1,5 Juta untuk Guru Madrasah Non-ASN Mulai Cair Akhir Juni, Kemenag Pastikan Tepat Sasaran

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:13 WIB

Tiga Tambang Emas Ilegal Diduga Milik Oknum Kades Puntikalo, Sikap Bungkam Jadi Tanda Tanya Besar

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:14 WIB

Kadis DPMPTSP Kota Jambi Disorot: Penegak Regulasi atau Pembela Pengusaha Reklame Tanpa PBG?

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:14 WIB

Anjlok Lebih Rp 20 Miliar di Tengah Menjamurnya Billboard dan Videotron: Akankah APH Mengusut Pajak Reklame Kota Jambi?

Senin, 15 Juni 2026 - 15:50 WIB

Kejagung Setorkan Rp1,02 Triliun Hasil Lelang dan Pemulihan Aset ke Kementerian Keuangan

Berita Terbaru