Terduga Pelecehan Santri, Ahmad Al Misry Bakal Jadi Target Interpol

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pendakwah dikabarkan bakal menjadi target Interpol setelah Kepolisian Republik Indonesia mengajukan permohonan red notice terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santri laki-laki.

Pengajuan red notice tersebut dilakukan melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri dan saat ini masih dalam proses melalui portal resmi Interpol.

Kabag Jatranin Ses NCB Interpol Indonesia Kombes Pol Ricky Purnama mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas Mesir untuk memastikan status kewarganegaraan Ahmad Al Misry.

“Sedang dalam proses pengajuan red notice-nya melalui portal Interpol,” ujar Ricky Purnama kepada wartawan, Jumat (9/5/2026).

Baca Juga :  Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia, Dimakamkan Secara Kenegaraan

Ia menjelaskan, koordinasi dengan pemerintah Mesir dilakukan guna memastikan apakah tersangka memiliki kewarganegaraan ganda atau tidak.

“Kami juga sedang berkoordinasi dengan pihak Mesir untuk memastikan status kewarganegaraan yang bersangkutan,” lanjutnya.

Polri menyebut Ahmad Al Misry telah berstatus sebagai Warga Negara Indonesia melalui proses naturalisasi karena menikah dengan perempuan Indonesia. Meski demikian, verifikasi tetap dilakukan untuk mendukung proses hukum lintas negara.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri resmi menetapkan Ahmad Al Misry sebagai tersangka dugaan pencabulan terhadap santri laki-laki. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara berdasarkan laporan yang diterima sejak November 2025.

Baca Juga :  Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk Sebagai Pengganti

Kasus ini mencuat setelah sejumlah korban mengaku menjadi korban dugaan pelecehan dengan modus dijanjikan pendidikan dan sekolah ke Mesir. Mayoritas korban disebut merupakan santri laki-laki yang berada di lingkungan pendidikan keagamaan.

Sementara itu, Ahmad Al Misry sebelumnya membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Dalam pernyataan melalui media sosial, ia mengaku berada di Mesir sejak pertengahan Maret 2026 untuk mendampingi ibunya yang sedang sakit dan menjalani operasi.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru