JAKARTA– Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya menempatkan sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan menentukan arah masa depan Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Ibas dalam Diskusi Kebangsaan bertajuk “Sekolah Berkualitas, SDM Berkualitas: Investasi Pendidikan untuk Indonesia Emas dalam RAPBN 2027” di Ruang Rapat Pimpinan MPR RI, Jakarta.
Poin-Poin Kunci Arahan Waka MPR RI:
- Fokus pada Outcome Anggaran: Ibas mengingatkan bahwa keberhasilan alokasi anggaran pendidikan dalam RAPBN 2027 tidak diukur hanya dari besarnya belanja (input), melainkan dari dampaknya langsung (outcome) terhadap perbaikan kualitas belajar anak, penguatan kapasitas guru, serta akses yang setara bagi keluarga kurang mampu.
- Revitalisasi Substantif: Pembenahan fasilitas sekolah tidak boleh berhenti pada perbaikan fisik bangunan saja, melainkan harus menciptakan lingkungan belajar yang aman, bersih, dan memotivasi anak untuk berani bermimpi.
- Pengembangan Guru & Respons terhadap AI: Guru menjadi prioritas utama investasi. Kesejahteraan tenaga pendidik harus selaras dengan peningkatan kompetensi, terutama dalam membimbing siswa berpikir kritis dan etis di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI).
- Menciptakan Inovator: Generasi muda didorong agar tidak sekadar menjadi konsumen teknologi global, melainkan tumbuh menjadi pencipta teknologi (creator) dan pembuka lapangan kerja baru.
Ibas menutup pandangannya dengan menekankan bahwa pencapaian Visi Indonesia Emas 2045 tidak bisa ditunda. Kualitas peradaban bangsa di masa depan sangat ditentukan dari kualitas pembelajaran di dalam ruang kelas saat ini.












