Kemensos Bentuk Tim Khusus untuk Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah strategis dengan membentuk tim khusus guna mempercepat proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di berbagai wilayah.

Langkah ini diambil untuk memastikan fasilitas pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan dapat segera diselesaikan dan digunakan secara optimal.

Dalam merealisasikan pembangunan fisik gedung, Kemensos menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar standar bangunan dapat segera rampung sesuai target.

Baca Juga :  6 Perusahaan Reklame Masih Abaikan Aturan, DPMPTSP Kota Jambi Terbitkan SP-2

Proyek pembangunan ini menyasar puluhan titik di berbagai daerah di Indonesia. Selain menyelesaikan target awal, pemerintah terus memperluas pembangunan ke daerah-daerah baru—seperti Tanggamus, Tangerang, Toba, Kudus, Malaka, Nias Selatan, Kolaka Utara, hingga Mimika—setelah pemda setempat memastikan kesiapan lahan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Proses penjaringannya dilakukan melalui sistem penjangkauan langsung (bukan pendaftaran terbuka) yang bekerja sama erat dengan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Menteri Imipas Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan

Selain fokus pada konstruksi fisik, percepatan ini juga mencakup pengadaan guru, tenaga pendidik, serta program integrasi seperti renovasi rumah bagi orang tua siswa untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.

Melalui pembentukan tim khusus ini, Kemensos berharap koordinasi lintas sektoral antara pusat dan daerah semakin solid sehingga pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak prasejahtera dapat terwujud secara transparan dan tepat sasaran.k

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru