Kunjungan Menteri Jerman ke Istiqlal dan Katedral: Puji Indonesia Sebagai Model Percontohan Toleransi Dunia

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Menteri Federal Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Reem Alabali Radovan, melakukan kunjungan resmi ke Kompleks Masjid Istiqlal, Katedral Jakarta, dan Terowongan Silaturahim pada Rabu (19/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan apresiasi mendalam terhadap harmoni dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

​Didampingi langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo, Alabali Radovan menyebut Indonesia sebagai teladan nyata dalam membangun perdamaian dan dialog lintas agama.

Baca Juga :  Kejutan Pagi: Ular Sanca Masuk Kamar Mandi, Warga Tajurhalang Bogor Geger

Poin-Poin Utama Kunjungan

  • Kesan Reem Alabali Radovan: Menyatakan rasa hormat bisa berdiri di Terowongan Silaturahim dan menilai Indonesia telah menunjukkan jalan perdamaian serta persahabatan yang patut dicontoh oleh negara lain, termasuk Jerman.
  • Simbol Harmoni dari Menag: Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa perpaduan ikonik—seperti lantunan beduk masjid dan dentang lonceng gereja di kawasan tersebut—merupakan gambaran keharmonisan hidup berdampingan di Indonesia.
  • Sejarah Istiqlal dari Kardinal Suharyo: Kardinal menceritakan keputusan Presiden Soekarno mendirikan Istiqlal tepat di seberang Katedral untuk menghapus jejak memori kolonial sekaligus memelihara simbol persatuan nasional sejak awal berdiri.
Baca Juga :  20 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi, 77 Masih Jalani Perawatan

​Melalui kunjungan ini, delegasi Jerman menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat pemerintah dan masyarakat Indonesia, seraya menegaskan pentingnya nilai persahabatan di tengah dinamika global saat ini.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru