PONOROGO – Ledakan petasan balon udara di wilayah Ponorogo, Jawa Timur, menewaskan seorang pelajar SMP dan menyebabkan dua remaja lainnya mengalami luka bakar serius. Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (1/3/2026) sore, menjelang waktu berbuka puasa.
Insiden berlangsung di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman. Saat kejadian, sejumlah remaja diketahui tengah merakit petasan yang rencananya akan dipasang pada balon udara.
Diduga, ledakan terjadi akibat percikan api yang menyambar bahan peledak rakitan saat proses peracikan berlangsung. Sumber api disebut berasal dari rokok yang dinyalakan di dekat bahan petasan, sehingga memicu ledakan besar.
Akibat kejadian tersebut, satu pelajar SMP meninggal dunia di lokasi karena mengalami luka parah. Sementara dua rekannya menderita luka bakar serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Warga sekitar mengaku terkejut dengan suara ledakan keras yang terdengar hingga radius ratusan meter. Sejumlah warga sempat berhamburan keluar rumah karena mengira terjadi ledakan besar.
Aparat dari Polres Ponorogo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Polisi juga masih mendalami asal-usul bahan peledak yang digunakan serta kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar mengawasi aktivitas anak-anak mereka dan tidak merakit petasan sendiri karena berisiko tinggi dan dapat berujung fatal. Tradisi menerbangkan balon udara dengan petasan dinilai sangat berbahaya dan melanggar aturan keselamatan.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius tentang bahaya penggunaan bahan peledak rakitan, terutama di kalangan remaja tanpa pengawasan dan pengetahuan memadai.












