Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Sulawesi Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin pagi, memicu peringatan dini tsunami dari BMKG.

BMKG mencatat gempa terjadi pukul 06.37 WIB dengan pusat berada 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.

Gempa tersebut berada pada kedalaman 47 kilometer dan tergolong gempa menengah yang berpotensi memicu gelombang tsunami berbahaya.

Setelah analisis cepat, BMKG segera mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir di kawasan timur Indonesia.

Wilayah yang masuk peringatan meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur bagian pesisir.

Baca Juga :  Gempa M 6,0 Guncang Timor Tengah Utara NTT, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

BMKG meminta masyarakat yang berada di kawasan pantai segera menjauhi garis pantai dan mengikuti arahan petugas setempat.

Pemutakhiran data BMKG menunjukkan gelombang tsunami telah terdeteksi di sejumlah titik pemantauan dengan ketinggian bervariasi.

Talengan menjadi lokasi dengan gelombang tertinggi mencapai 0,75 meter, disusul Paleleh setinggi 0,45 meter dan Melonguane.

Selain itu, gelombang juga terdeteksi di Tanjung Sidupa, Tahuna, Bitung, Ulu Siau, Ternate, serta Loloda Halmahera Barat.

Gempa kuat tersebut turut dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Utara dan memicu kepanikan warga setempat.

Baca Juga :  Viral Pelayanan Jutek di Puskesmas Cisarua, Pimpinan Akui Kekurangan SDM

BMKG menegaskan masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap kemungkinan dampak susulan yang terjadi.

“Masyarakat di wilayah pesisir yang masuk peringatan dini tsunami agar segera menjauhi pantai dan mengikuti informasi resmi BMKG,” ujar BMKG.

Hingga kini, BMKG masih terus memantau perkembangan aktivitas seismik dan kondisi muka laut pascagempa tersebut secara intensif.

Masyarakat diimbau hanya mengakses informasi dari sumber resmi guna menghindari hoaks yang beredar di media sosial.

Berita Terkait

Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Biduan Asal Jambi Berinisial E Resmi Laporkan Pemilik Orgen Tunggal Inisial B, ke Polres BatangHari Terkait Dugaan Pelecehan
Karhutla di Muaro Jambi Meluas, BPBD Catat Lahan Terbakar Hampir 8 Hektare
Tim SAR Gabungan Evakuasi Buruh Asal Bandung yang Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin
Material Longsor Tebing 11 Meter Sumbat Aliran Kali Ciapus di Ciomas Bogor
Oknum Ditjenpas Jambi Nyambi Bisnis Barang Haram, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi Sesalkan Rusaknya Integritas Aparat
Polresta Jambi Undang Suheri Dwi Nopriyadi untuk Klarifikasi Dugaan Pencemaran Nama Baik/Fitnah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Biduan Asal Jambi Berinisial E Resmi Laporkan Pemilik Orgen Tunggal Inisial B, ke Polres BatangHari Terkait Dugaan Pelecehan

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:20 WIB

Karhutla di Muaro Jambi Meluas, BPBD Catat Lahan Terbakar Hampir 8 Hektare

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:07 WIB

Tim SAR Gabungan Evakuasi Buruh Asal Bandung yang Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:32 WIB

Material Longsor Tebing 11 Meter Sumbat Aliran Kali Ciapus di Ciomas Bogor

Berita Terbaru