Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus USD 90 per Barel, Pemerintah Siapkan Pemangkasan Belanja

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Harga minyak mentah dunia diproyeksikan berpotensi menembus level 90 dollar AS per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Pemerintah Indonesia pun menyiapkan langkah antisipatif, termasuk opsi pemangkasan belanja negara guna menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dilansir dari Kompas.com, lonjakan harga minyak dipicu memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada kekhawatiran terganggunya distribusi energi global. Salah satu titik krusial adalah Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia yang menyuplai sekitar seperlima kebutuhan minyak global.
Ketidakpastian pasokan membuat harga minyak dunia bergerak naik signifikan. Sejumlah analis bahkan memperkirakan harga bisa melampaui 90 dollar AS per barel apabila konflik berkepanjangan dan distribusi terganggu.
Tekanan terhadap APBN
Kenaikan harga minyak tersebut berpotensi memberi tekanan terhadap fiskal Indonesia. Pasalnya, asumsi harga minyak dalam APBN tahun ini berada di bawah harga pasar saat ini. Jika tren kenaikan berlanjut, beban subsidi energi dan kompensasi berpotensi meningkat sehingga memperlebar defisit anggaran.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui Kementerian Keuangan menyatakan pemerintah terus memantau dinamika harga minyak global dan menyiapkan langkah mitigasi. Salah satu strategi yang disiapkan adalah melakukan efisiensi dan penyesuaian belanja negara agar defisit tetap terkendali sesuai batas yang ditetapkan undang-undang.
Pemerintah juga melakukan simulasi dampak terhadap subsidi energi dan nilai tukar rupiah, mengingat lonjakan harga minyak biasanya diikuti tekanan terhadap kurs dan inflasi domestik.

Baca Juga :  Menteri Imipas Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru