Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Perusak Ekonomi dan Korupsi di Indonesia

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik korupsi dan pihak-pihak yang merusak perekonomian nasional. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti merusak ekonomi negara serta melakukan praktik korupsi.

Menurut Prabowo, penegakan kebenaran dan keadilan harus menjadi landasan utama dalam menjalankan pemerintahan. Ia menilai korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan merupakan ancaman serius yang dapat menghambat pembangunan serta kesejahteraan rakyat.
“Pemerintah akan menghadapi dan memberantas pihak-pihak yang merusak ekonomi Indonesia. Kita tidak boleh takut untuk menegakkan kebenaran dan keadilan,” tegasnya.
Presiden juga menyoroti besarnya potensi kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Ia menilai, jika dikelola secara jujur, transparan, dan bebas dari korupsi, kekayaan tersebut mampu menjadi kekuatan besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Prabowo menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya yang baik dapat membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa, seperti kemiskinan dan ketimpangan sosial.
“Kita memiliki kekayaan yang sangat besar. Jika dikelola dengan benar dan tidak dikorupsi, maka rakyat Indonesia tidak boleh lagi hidup dalam kemiskinan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan sikap pemerintah dalam memperkuat upaya pemberantasan korupsi dan memperbaiki tata kelola pemerintahan agar lebih transparan serta berpihak pada kepentingan rakyat.
Komitmen tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah serta memperkuat stabilitas ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.

Baca Juga :  5 Oknum Polisi Dipecat Terkait Kematian Brigadir Eko di Tanjabtim, Motif dan Hasil Autopsi Masih Dipertanyakan

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru