Sidoarjo — Sebuah bangunan kosong bekas halte kereta api yang terletak di kawasan Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, terpaksa disegel oleh warga setempat pada Minggu (12/7) dini hari.
Langkah tegas ini diambil setelah lokasi tersebut viral di media sosial karena diduga kuat sering dijadikan tempat tindakan asusila sesama jenis (gay).
Kondisi di Lapangan
Bangunan terbengkalai berukuran 5 x 3 meter yang berada di pinggir Jalan Raya Gedangan (arah Surabaya menuju Sidoarjo) tersebut tampak kumuh dan tidak terawat. Di sekitar area bangunan, ditemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan warga, di antaranya:
1. Botol-botol bekas minuman keras.
2. Beberapa kondom bekas pakai yang sudah rusak.
Saat ini, pintu masuk bangunan telah dipasangi garis polisi (police line) swadaya oleh warga dan ditempeli kertas berisi pesan kecaman terhadap aktivitas tersebut.
Kesaksian Warga dan Komunitas
Penyegelan ini diinisiasi oleh komunitas lokal bersama warga sekitar yang resah setelah menerima banyak aduan masyarakat.
“Kami sering menerima laporan dari warga yang memergoki pasangan sesama jenis berada di dalam ruangan itu. Selain itu, tempat ini juga diduga digunakan untuk aktivitas maksiat lainnya,” ujar Pepi (35), salah seorang perwakilan warga yang ikut melakukan penyegelan.
Muncul pula dugaan bahwa orang-orang yang memanfaatkan tempat tersebut saling berkomunikasi dan membuat janji temu terlebih dahulu melalui grup WhatsApp atau media sosial, meskipun hal ini masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.
Sementara itu, Efendi (40), seorang warga yang sering berada di seberang lokasi, menceritakan bahwa ia bersama warga lain pernah secara langsung memergoki dua orang pria yang masuk ke halte tersebut dengan dalih berteduh saat hujan deras, namun ternyata didapati sedang berbuat asusila.












