Ketegangan Memuncak: AS Intensifkan Serangan, Iran Balas Targetkan Pangkalan di Kuwait dan Yordania

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WASHINGTON DC / TEHERAN — Konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memasuki fase krusial setelah militer kedua negara saling meluncurkan serangan udara skala besar. Langkah ini menandai eskalasi yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.

Kronologi Serangan Militer AS
​Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa mereka kembali menggempur sejumlah titik strategis di wilayah Iran pada Jumat malam (17/7/2026). Operasi tersebut menjadi serangan malam ketujuh secara berturut-turut.

Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menegaskan bahwa misi ini bertujuan untuk melumpuhkan kekuatan militer Iran.

Operasi tersebut mengerahkan kombinasi dari:
​Pesawat tempur taktis
​Pesawat nirawak (drone)
​Kapal perang angkatan laut
​Adapun target operasional AS meliputi pos-pos pengintaian, pusat logistik militer, fasilitas penyimpanan senjata bawah tanah, serta infrastruktur maritim Iran.

Baca Juga :  Dugaan Wali Kota Jambi Lindungi Pengusaha Reklame, Billboard dan Videotron Tanpa Izin Diduga Bebas Berdiri

Bersamaan dengan serangan tersebut, AS juga tetap memperketat blokade laut di seluruh pelabuhan utama Iran sesuai instruksi komando tertinggi.

Respons Militer dan Balasan Iran
​Pemerintah Iran melalui media pemerintahannya pada Sabtu (18/7/2026) langsung mengumumkan tindakan balasan. Teheran meluncurkan serangan rudal yang membidik pangkalan militer AS yang berada di dua negara sekutunya, yakni Kuwait dan Yordania.

Serangan balasan Iran tersebut menyasar titik-titik vital berikut:

Baca Juga :  Ratusan Personel Disiagakan Amankan Demo Mahasiswa dan Aktivis di Jakpus Hari Ini

1. Kuwait: Kompleks militer Kamp Al-Adiri (gudang amunisi) serta Pangkalan Ali Al-Salem (markas komando, depot amunisi, dan pusat jaringan komunikasi pasukan AS).

2. Yordania: Fasilitas tangki penyimpanan bahan bakar di Pangkalan Udara Al-Azraq.

Respons Wilayah Teluk
​Menanggapi situasi darurat tersebut, Angkatan Bersenjata Kuwait mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka sempat diaktifkan demi mengeliminasi target-target asing yang masuk ke wilayah udara mereka.

Di sisi lain, sirene peringatan dini serangan udara dilaporkan sempat berbunyi di Bahrain, wilayah yang menjadi pusat pangkalan armada angkatan laut utama milik Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru