Konflik Lahan Eks PT RKK Memanas, Warga Desa Puding Siap Gelar Aksi

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUARO JAMBI – Konflik lahan eks PT RKK di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi kembali memanas. Warga Desa Puding dikabarkan bakal menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap aktivitas panen sawit yang dilakukan warga Desa Pulau Mentaro di kawasan sengketa tersebut.

Rencana aksi itu disebut akan berlangsung pada Senin (11/5/2026). Ketegangan dipicu dugaan pendudukan lahan hingga pemblokiran akses jalan di area eks PT RKK yang diklaim masuk wilayah administratif Desa Puding.

Ketua BPD Desa Puding, Alhusori membenarkan adanya rencana aksi masyarakat tersebut. Ia mengatakan warga merasa resah dengan aktivitas yang terjadi di kawasan sengketa.

Baca Juga :  Membandel! Truk Batu Bara Masih Beroperasi Meski Dilarang Melintas

“Rencana siang nanti demonya. Kalau pagi ini masih sepi,” ujar Alhusori saat dikonfirmasi.

Menurutnya, masyarakat Desa Puding menilai aktivitas panen sawit di lahan eks PT RKK tidak sesuai dengan batas wilayah administrasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2018.

Alhusori menyebut pihak desa saat ini masih berupaya meredam emosi warga agar situasi tidak semakin memanas dan tetap kondusif.

“Kami berupaya mencegah warga Desa Puding turun ke lokasi demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif,” katanya.

Baca Juga :  Kurir Sabu Ditangkap di Nipah Panjang, Bandar Kabur Saat Penyergapan

Dalam keterangannya, Alhusori juga mengungkap adanya dugaan aktivitas negatif di kawasan konflik. Ia menyebut area eks PT RKK diduga sering dijadikan lokasi pesta narkoba oleh oknum tertentu.

Selain itu, ia juga mengklaim adanya orang luar yang membawa senjata api rakitan dan senjata tajam di sekitar area sengketa, sehingga menambah kekhawatiran masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian dilaporkan telah berjaga di sekitar lokasi guna mengantisipasi potensi bentrokan dan menjaga situasi keamanan tetap terkendali.

Berita Terkait

‎Kapal Besar Diduga Ilegal Bongkar Ratusan Ton Semen di Dermaga Pasir ‎Masih Terus Berlangsung
Detik-detik Jembatan Dermaga Sungai Landak Tanjabbar Ambruk, Dua Pekerja Masih Hilang
Belasan Kepsek Muaro Jambi Mundur Usai Dilantik, Dinas Pendidikan Dinilai Gagal dalam Kebijakan Penempatan
Kota Jambi Ajukan 322 Formasi CASN 2026 ke KemenPAN-RB, Tidak Ada Formasi Guru
Membandel! Truk Batu Bara Masih Beroperasi Meski Dilarang Melintas
Polda Jambi Gelar Taklimat Akhir Audit Kinerja 2026, Perkuat Pengawasan dan Pelayanan Presisi
Kurir Sabu Ditangkap di Nipah Panjang, Bandar Kabur Saat Penyergapan
Amuk Massa di Mesuji, Ponpes Nurul Jadid Dibakar Usai Dugaan Kasus Asusila Pimpinan Pondok
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:38 WIB

‎Kapal Besar Diduga Ilegal Bongkar Ratusan Ton Semen di Dermaga Pasir ‎Masih Terus Berlangsung

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:36 WIB

Detik-detik Jembatan Dermaga Sungai Landak Tanjabbar Ambruk, Dua Pekerja Masih Hilang

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:14 WIB

Belasan Kepsek Muaro Jambi Mundur Usai Dilantik, Dinas Pendidikan Dinilai Gagal dalam Kebijakan Penempatan

Senin, 18 Mei 2026 - 11:32 WIB

Kota Jambi Ajukan 322 Formasi CASN 2026 ke KemenPAN-RB, Tidak Ada Formasi Guru

Senin, 18 Mei 2026 - 08:11 WIB

Membandel! Truk Batu Bara Masih Beroperasi Meski Dilarang Melintas

Berita Terbaru