Amuk Massa di Mesuji, Ponpes Nurul Jadid Dibakar Usai Dugaan Kasus Asusila Pimpinan Pondok

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mesuji – Amarah warga di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung memuncak hingga berujung aksi pembakaran Pondok Pesantren Nurul Jadid, Jumat malam (8/5/2026). Aksi massa itu diduga dipicu dugaan kasus asusila yang menyeret pimpinan pondok pesantren setempat.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat kobaran api melalap bangunan ponpes sementara warga berkerumun di sekitar lokasi. Situasi sempat memanas sebelum aparat kepolisian turun melakukan pengamanan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari membenarkan adanya insiden pembakaran tersebut. Ia mengatakan warga sebelumnya meminta pimpinan ponpes meninggalkan lokasi karena diduga terlibat kasus pencabulan.

“Dari serangkaian penyelidikan, massa meminta pemilik ponpes ini untuk tidak lagi berada di ponpes tersebut. Mereka menyatakan bahwa pimpinan ponpes melakukan pencabulan,” ujar Yuni, Minggu (10/5/2026).

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Menurutnya, masyarakat telah memberikan waktu agar yang bersangkutan meninggalkan lingkungan pesantren. Namun hingga batas waktu yang diberikan, pimpinan ponpes disebut masih berada di lokasi.

“Sudah diberikan waktu, namun massa terus memantau kondisi di sana dan mendapati pemilik ponpes masih bertahan hingga akhirnya massa yang marah melakukan perusakan dan pembakaran,” lanjutnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Mesuji AKP M Prenata Al Ghazali mengatakan pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Polisi juga telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran.

“Benar, video yang beredar itu adalah pembakaran terhadap bangunan di Ponpes Nurul Jadid yang dilakukan oleh massa,” kata Prenata.

“Ada satu orang yang telah diamankan dan saat ini kami masih terus mengembangkan kasus tersebut,” sambungnya.

Baca Juga :  Mencuat! Isu Tawar-Menawar Jabatan Kepala Sekolah di Kota Jambi, Begini Tanggapan Tegas Plt Kadisdik

Kapolsek Mesuji Timur IPDA Andri Fernandes mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat penegak hukum.

“Mari kita sama-sama menjaga keamanan agar tetap kondusif. Jangan ada lagi kejadian serupa. Serahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada kepolisian,” tegasnya.

Kepala Desa Tanjung Mas Jaya, Suyanto, turut menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut. Ia mengaku menyesalkan aksi anarkis yang terjadi meski memahami kekecewaan masyarakat.

“Saya selaku kepala desa mewakili masyarakat meminta maaf kepada jajaran Polsek Mesuji Timur atas insiden yang terjadi,” ujarnya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait aksi pembakaran maupun dugaan kasus asusila yang menjadi pemicu kemarahan warga.

Berita Terkait

‎Kapal Besar Diduga Ilegal Bongkar Ratusan Ton Semen di Dermaga Pasir ‎Masih Terus Berlangsung
Detik-detik Jembatan Dermaga Sungai Landak Tanjabbar Ambruk, Dua Pekerja Masih Hilang
Belasan Kepsek Muaro Jambi Mundur Usai Dilantik, Dinas Pendidikan Dinilai Gagal dalam Kebijakan Penempatan
Kota Jambi Ajukan 322 Formasi CASN 2026 ke KemenPAN-RB, Tidak Ada Formasi Guru
Membandel! Truk Batu Bara Masih Beroperasi Meski Dilarang Melintas
Polda Jambi Gelar Taklimat Akhir Audit Kinerja 2026, Perkuat Pengawasan dan Pelayanan Presisi
Kurir Sabu Ditangkap di Nipah Panjang, Bandar Kabur Saat Penyergapan
Konflik Lahan Eks PT RKK Memanas, Warga Desa Puding Siap Gelar Aksi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:38 WIB

‎Kapal Besar Diduga Ilegal Bongkar Ratusan Ton Semen di Dermaga Pasir ‎Masih Terus Berlangsung

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:36 WIB

Detik-detik Jembatan Dermaga Sungai Landak Tanjabbar Ambruk, Dua Pekerja Masih Hilang

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:14 WIB

Belasan Kepsek Muaro Jambi Mundur Usai Dilantik, Dinas Pendidikan Dinilai Gagal dalam Kebijakan Penempatan

Senin, 18 Mei 2026 - 11:32 WIB

Kota Jambi Ajukan 322 Formasi CASN 2026 ke KemenPAN-RB, Tidak Ada Formasi Guru

Senin, 18 Mei 2026 - 08:11 WIB

Membandel! Truk Batu Bara Masih Beroperasi Meski Dilarang Melintas

Berita Terbaru