JAKARTA — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mendesak Polres Tabanan untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pria berinisial KD usai dituduh mencuri ayam di Tabanan, Bali.
Andi Gani menegaskan bahwa aksi main hakim sendiri hingga merenggut nyawa seseorang tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang hukum mana pun, meskipun dugaan pencurian merupakan bentuk pelanggaran.
“Meminta Kapolres Tabanan dan jajarannya untuk segera menuntaskan masalah hukum ini dan bertindak cepat,” ujar Andi Gani dalam keterangannya, Senin (27/7/2026). Ia juga mengimbau aparat kepolisian untuk mencegah kemungkinan timbulnya aksi balas dendam.
Sebagai bentuk kepedulian, Andi Gani mengirimkan perwakilannya untuk bertemu dengan keluarga almarhum guna menyalurkan bantuan pendidikan bagi anak-anak korban yang masih bersekolah.
Secara terpisah, Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, sangat menyayangkan insiden yang menimpa warganya tersebut. Korban diketahui meninggalkan seorang istri dan tiga anak, dengan anak paling kecil masih duduk di kelas 1 SD.
Sutama menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan mengimbau masyarakat untuk selalu menempuh jalur hukum alih-alih main hakim sendiri.












