Material Longsor Tebing 11 Meter Sumbat Aliran Kali Ciapus di Ciomas Bogor

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor – Sebuah tembok penahan tanah (TPT) di Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilaporkan longsor pada Rabu (8/7) malam.

Peristiwa ini menyebabkan material tanah longsor menutup dan menyumbat sebagian aliran Kali Ciapus yang berada di bawahnya.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, tebing yang longsor tersebut memiliki dimensi tinggi sekitar 11 meter, panjang 26 meter, dan lebar 5 meter.

Penyebab Longsor
​Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa insiden ini dipicu oleh kondisi struktur tanah yang kurang kokoh.

Baca Juga :  Prabowo Apresiasi Kerja Keras Kabinet: Ada Menteri yang Pingsan hingga Harus Operasi

“Tanah longsor yang terjadi diperkirakan karena kontur tanah yang labil serta bercampur sampah sehingga kondisi tanah tidak padat,” ujar Adam, Kamis (9/7/2026).

​Selain faktor tanah yang labil dan hanya berupa tumpukan, posisi TPT yang berada tepat di atas Kali Ciapus membuatnya rentan terhadap pengikisan air sungai, sehingga mempercepat terjadinya erosi dan kelongsoran.

Dampak dan Penanganan
​BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Petugas dari BPBD Kabupaten Bogor juga sudah dikerahkan ke lokasi sejak Kamis pagi setelah menerima laporan dari warga untuk melakukan penanganan dan asesmen kebencanaan.

Baca Juga :  Membandel! Truk Batu Bara Masih Beroperasi Meski Dilarang Melintas

Untuk tindak lanjut penanganan material longsor yang menyumbat sungai, pihak pemilik lahan telah menyatakan siap bertanggung jawab.

Evaluasi dan pembersihan puing-puing longsoran di aliran Kali Ciapus akan segera dilakukan dengan mengerahkan alat berat agar aliran air kembali normal dan tidak memicu banjir.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru