Pasokan Terganggu, Harga Ketumbar dan Bumbu Dapur Terancam Melonjak

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kenaikan harga bumbu dapur kian di depan mata. Gangguan pasokan yang terjadi di tingkat global membuat sejumlah komoditas rempah, termasuk ketumbar, berpotensi mengalami lonjakan harga di pasar domestik.

Terbatasnya produksi dari negara pemasok utama serta kendala distribusi menjadi faktor utama yang menekan ketersediaan bahan baku. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya stabilitas harga, terutama untuk kebutuhan pokok rumah tangga.

Baca Juga :  Ratusan Warga Kaltim Bersiap Aksi 21 April, Kantor Gubernur Dipasangi Kawat Berduri

Pelaku pasar menyebutkan, ketergantungan Indonesia terhadap impor rempah tertentu membuat harga di dalam negeri sangat rentan terhadap gejolak global. Ketika pasokan tersendat, harga di tingkat distributor hingga pedagang eceran ikut terdorong naik.

Selain itu, kenaikan biaya logistik dan energi turut memperparah kondisi. Beban distribusi yang semakin tinggi membuat harga jual di pasar sulit ditekan, sehingga masyarakat berpotensi merasakan dampaknya secara langsung.

Baca Juga :  Kapolri dan Ketum Bhayangkari Tinjau Bazar KBN 2026, Tegaskan Komitmen Dukung UMKM Nasional

Tak hanya ketumbar, sejumlah bumbu dapur lain juga diperkirakan akan mengalami tren kenaikan harga jika gangguan pasokan terus berlanjut. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar.

Jika tidak ada intervensi yang efektif, lonjakan harga bumbu dapur dikhawatirkan akan menambah tekanan terhadap daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru