Pemerintah Berduka, Tiga Kusuma Bangsa Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit terbaik TNI saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon.

Ketiga prajurit tersebut adalah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Dua Anumerta Rizal Rhomadhon. Mereka merupakan bagian dari kontingen Indonesia dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit tersebut merupakan bentuk nyata dedikasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Baca Juga :  Prabowo Apresiasi Kerja Keras Kabinet: Ada Menteri yang Pingsan hingga Harus Operasi

“Tentu saja kita semua mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Sugiono.

Jenazah ketiga prajurit telah tiba di Tanah Air dan disambut dengan upacara militer di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh haru sebagai bentuk penghormatan terakhir negara kepada para pahlawan bangsa.

Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam penyambutan tersebut, sebagai simbol penghormatan atas jasa dan pengabdian para prajurit yang gugur dalam tugas.

Baca Juga :  Kadis DPMPTSP Kota Jambi Disorot: Penegak Regulasi atau Pembela Pengusaha Reklame Tanpa PBG?

Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada ketiganya. Sebelumnya, mereka juga telah mendapatkan penghormatan militer dari UNIFIL di Beirut, Lebanon, sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi prajurit Indonesia dalam menjalankan misi perdamaian internasional, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan global.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru