Prabowo Tegas: BUMN Selama Ini Jadi Sumber Korupsi, Koruptor Diminta Sadar Diri dan Kembalikan Uang Rakyat

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan tegas terkait praktik korupsi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026), Prabowo menyebut BUMN selama ini menjadi salah satu sumber korupsi yang harus segera dibenahi.

Prabowo menegaskan pemerintah akan menertibkan BUMN yang selama ini dinilai menjadi lahan praktik korupsi.

> “BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN-BUMN itu sumber korupsi,” tegas Prabowo.

Baca Juga :  Angin Kencang di Bogor, Pohon Kicopong 15 Meter Tumbang Timpa Rumah Warga

Tak hanya itu, Kepala Negara juga menyampaikan peringatan keras kepada para pelaku korupsi agar menghentikan perbuatannya dan mengembalikan kerugian negara.

> “Hei para koruptor, sadar diri. Hentikan praktik-praktik kau. Rakyat tidak bodoh. Kembalikan kekayaan rakyat dengan baik,” ujarnya.

Menurut Prabowo, uang negara yang selama ini hilang akibat korupsi seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dana tersebut, kata dia, bisa digunakan untuk memperbaiki kualitas pendidikan, meningkatkan gaji guru, tenaga kesehatan, aparat TNI-Polri, hingga aparatur sipil negara agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

Baca Juga :  Tragedi di Jalur Pantura Indramayu: Kecelakaan Beruntun Tewaskan 10 Orang

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu membangun Indonesia, sembari menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik yang membangun demi perbaikan tata kelola negara.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu sikap paling tegas Presiden Prabowo dalam upaya pemberantasan korupsi, khususnya di lingkungan BUMN, yang selama ini kerap menjadi sorotan publik akibat berbagai kasus korupsi bernilai besar.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru