Razia PETI di Merangin Gagal, Tim Bareskrim dan Polres Mundur Usai Dihadang Massa

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERANGIN – Upaya penindakan terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin, Jambi, gagal dilaksanakan setelah tim gabungan dari Bareskrim Polri dan Polres Merangin dihadang sekelompok warga di lokasi tambang.

Peristiwa tersebut terjadi saat tim gabungan hendak memasuki kawasan yang diduga menjadi lokasi aktivitas PETI. Namun, kedatangan aparat mendapat penolakan dari massa yang telah berkumpul di sekitar lokasi.

Akibat situasi yang dinilai tidak kondusif, aparat memilih menghentikan operasi dan mundur dari lokasi untuk menghindari bentrokan yang berpotensi membahayakan masyarakat maupun petugas.

Kasi Humas Polres Merangin, Iptu Sakirman, membenarkan adanya kegiatan penindakan tersebut. Ia menjelaskan, sebelum operasi dilakukan, tim dari Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Polres Merangin untuk meminta dukungan personel.

Baca Juga :  Laporan Dugaan Gudang Bermasalah Belum Tuntas, Kadis DPMPTSP Kota Jambi Malah Lempar Bola

“Namun setelah di lapangan melihat situasi jumlah masyarakat yang cukup banyak, dan sedikit melakukan perlawanan, sehingga tim gabungan kembali untuk melakukan konsolidasi,” ujar Sakirman.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah personel kepolisian berdialog dengan warga yang menghadang akses menuju lokasi tambang. Tidak lama kemudian, kendaraan aparat terlihat meninggalkan area tersebut tanpa melakukan penindakan.

Di lokasi juga tampak alat berat jenis ekskavator yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI, serta bekas galian yang mengindikasikan adanya kegiatan penambangan emas ilegal.

Baca Juga :  Masyarakat Desak Inspektorat Periksa Kades, Bangunan Beranggaran Besar di Muaro Jambi Roboh

Peristiwa ini kembali menjadi sorotan karena menunjukkan masih kuatnya resistensi terhadap upaya penegakan hukum di kawasan PETI Merangin. Sebelumnya, aparat juga pernah menghadapi penghadangan warga saat mengungkap kasus PETI di wilayah yang sama, meski operasi tersebut akhirnya berhasil mengamankan sejumlah pelaku.

Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai jadwal lanjutan operasi penertiban. Aparat disebut masih melakukan evaluasi dan konsolidasi sebelum menentukan langkah berikutnya.

Berita Terkait

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Diduga Pelecehan Seksual oleh Salah Satu Pemilik Orgen Tunggal Sungai Rengas, Kab.Batang Hari
Pamit Mandi di Sungai, Warga Lubuk Pinang Mukomuko Ditemukan Tewas Tenggelam
Dinas Pendidikan Tebo Ditemukan Bermasalah dalam Pengadaan Buku Dana BOS Rp8,77 Miliar
DPMPTSP Kota Jambi Turun Cek Gudang Depo A Plus yang Disorot Diduga Langgar GSB 
3 Jam Sambangi Habib Abubakar Haddad, Sekretaris PBB Muaro Jambi: “Seperti Guru dan Murid”
Masyarakat Desak Inspektorat Periksa Kades, Bangunan Beranggaran Besar di Muaro Jambi Roboh
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Diduga Pelecehan Seksual oleh Salah Satu Pemilik Orgen Tunggal Sungai Rengas, Kab.Batang Hari

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Pamit Mandi di Sungai, Warga Lubuk Pinang Mukomuko Ditemukan Tewas Tenggelam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Dinas Pendidikan Tebo Ditemukan Bermasalah dalam Pengadaan Buku Dana BOS Rp8,77 Miliar

Berita Terbaru