Sindikat Peretas Dana BOS Dibongkar, Rp942 Juta Uang Sekolah Raib Diduga untuk Narkoba

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG – Aparat kepolisian berhasil membongkar sindikat peretas dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang menguras uang milik sekolah hingga hampir Rp1 miliar. Ironisnya, dana pendidikan tersebut diduga digunakan untuk kebutuhan pribadi hingga konsumsi narkoba.

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan pembobolan dana BOS milik SMAN 2 Prabumulih. Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan empat orang tersangka yang memiliki peran berbeda dalam aksi kejahatan siber tersebut.

Para pelaku terdiri dari eksekutor peretasan hingga pihak yang menyiapkan rekening penampung untuk menyalurkan dana hasil kejahatan.

Gunakan Metode Brute Force
Dalam menjalankan aksinya, sindikat ini menggunakan metode brute force, yakni teknik menjebol sistem dengan mencoba berbagai kombinasi username dan password secara berulang hingga berhasil mendapatkan akses.

Baca Juga :  KPK Diam-diam Periksa Eks Anak Buah Budi Karya, Dalami Dugaan Korupsi Proyek DJKA

Setelah sistem berhasil ditembus, pelaku kemudian memindahkan dana BOS ke sejumlah rekening yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Aksi ini dilakukan secara bertahap:
Desember 2025: dana sekitar Rp344 juta dikuras
Januari 2026: kembali disedot sekitar Rp598 juta
Total kerugian yang ditimbulkan mencapai sekitar Rp942 juta.

Uang Diduga untuk Narkoba
Selain digunakan untuk kepentingan pribadi, sebagian dana hasil kejahatan tersebut diduga dialokasikan untuk konsumsi narkoba, memperparah tindak pidana yang dilakukan para pelaku.

Dijerat UU ITE

Baca Juga :  KPK Bongkar Peran Stafsus Menag dalam Dugaan Korupsi Kuota Haji

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan:
Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
Pasal terkait akses ilegal dan pencurian dana
Polisi menegaskan bahwa kasus ini masih terus dikembangkan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.

Alarm Serius Keamanan Dana Pendidikan
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan terkait pentingnya sistem keamanan digital. Dana BOS yang seharusnya digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar justru menjadi target empuk kejahatan siber.

Pihak berwenang mengimbau seluruh sekolah untuk meningkatkan perlindungan sistem, termasuk memperkuat password dan menerapkan autentikasi berlapis guna mencegah kebocoran serupa.

Berita Terkait

Terbongkar! Puluhan Kubik Kayu Ilegal Diduga Dibekingi Oknum APH Inisial H, Bebas Melintas Di Jalur Lintas Palembang – Jambi, Pal 10 Kota Jambi
Masih Adakah Aturan di Kota Jambi? Reklame Maulana-Diza Diduga Tak Berizin dan Tak Tersentuh Penindakan
Terungkap di Pengadilan, Bos Blueray Cargo Mengaku Setor Rp91 Miliar ke Oknum Bea Cukai
Korupsi MBG Meluas, Andrew Mulyono Diduga Atur Pengadaan Motor Listrik Rp1,035 Triliun
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus MBG
Skandal WTP Kembali Tercoreng, KPK Bongkar Dugaan Suap Audit BPK di Muara Enim
Artis Roger Danuarta dan Cut Meyriska Diperiksa Polisi Terkait Kasus Hanania Travel
Bupati Muara Enim Jadi Tersangka di Dua Perkara KPK, Termasuk Suap BPK
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:15 WIB

Terbongkar! Puluhan Kubik Kayu Ilegal Diduga Dibekingi Oknum APH Inisial H, Bebas Melintas Di Jalur Lintas Palembang – Jambi, Pal 10 Kota Jambi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:28 WIB

Masih Adakah Aturan di Kota Jambi? Reklame Maulana-Diza Diduga Tak Berizin dan Tak Tersentuh Penindakan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:54 WIB

Terungkap di Pengadilan, Bos Blueray Cargo Mengaku Setor Rp91 Miliar ke Oknum Bea Cukai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:47 WIB

Korupsi MBG Meluas, Andrew Mulyono Diduga Atur Pengadaan Motor Listrik Rp1,035 Triliun

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:50 WIB

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus MBG

Berita Terbaru

Hukum dan kriminal

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus MBG

Jumat, 12 Jun 2026 - 17:50 WIB