6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kalbar – Tragedi jatuhnya helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, berakhir duka. Tim SAR gabungan berhasil menemukan puing pesawat bersama para korban di kawasan hutan terpencil Kecamatan Nanga Taman.

Helikopter tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Kecamatan Menukung menuju Pontianak. Dalam penerbangan itu, terdapat total delapan orang di dalamnya, terdiri dari dua kru (pilot dan kopilot) serta enam penumpang.

Baca Juga :  Kecelakaan Di Sungai Gelam, Satu Keluarga Tewas Terlindas Truk Usai Kecelakaan 

Setelah pencarian intensif di medan berat berupa hutan lebat dan lereng terjal, tim akhirnya menemukan lokasi jatuhnya helikopter dalam kondisi hancur. Enam penumpang dinyatakan meninggal dunia dan dievakuasi menggunakan kantong jenazah.

Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan karena lokasi sulit dijangkau, licin, serta tertutup vegetasi rapat. Operasi melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Damkar, hingga masyarakat setempat.

Penerbangan yang awalnya berjalan normal berubah menjadi darurat setelah sinyal distress terdeteksi melalui sistem satelit. Beberapa jam kemudian, helikopter ditemukan di area hutan Sekadau.

Baca Juga :  Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar

Saat ini, fokus penanganan beralih ke proses investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Sejumlah faktor seperti cuaca, kondisi teknis, hingga medan penerbangan akan didalami oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini menjadi perhatian luas dan menyisakan duka mendalam, sementara publik menunggu hasil resmi penyelidikan serta identitas lengkap para korban.

Berita Terkait

Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Biduan Asal Jambi Berinisial E Resmi Laporkan Pemilik Orgen Tunggal Inisial B, ke Polres BatangHari Terkait Dugaan Pelecehan
Karhutla di Muaro Jambi Meluas, BPBD Catat Lahan Terbakar Hampir 8 Hektare
Tim SAR Gabungan Evakuasi Buruh Asal Bandung yang Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin
Material Longsor Tebing 11 Meter Sumbat Aliran Kali Ciapus di Ciomas Bogor
Oknum Ditjenpas Jambi Nyambi Bisnis Barang Haram, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi Sesalkan Rusaknya Integritas Aparat
Polresta Jambi Undang Suheri Dwi Nopriyadi untuk Klarifikasi Dugaan Pencemaran Nama Baik/Fitnah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Biduan Asal Jambi Berinisial E Resmi Laporkan Pemilik Orgen Tunggal Inisial B, ke Polres BatangHari Terkait Dugaan Pelecehan

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:20 WIB

Karhutla di Muaro Jambi Meluas, BPBD Catat Lahan Terbakar Hampir 8 Hektare

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:07 WIB

Tim SAR Gabungan Evakuasi Buruh Asal Bandung yang Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:32 WIB

Material Longsor Tebing 11 Meter Sumbat Aliran Kali Ciapus di Ciomas Bogor

Berita Terbaru