Pelajar SMP Tewas dalam Ledakan Petasan Balon Udara di Ponorogo, Dua Rekannya Luka Parah

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PONOROGO – Ledakan petasan balon udara di wilayah Ponorogo, Jawa Timur, menewaskan seorang pelajar SMP dan menyebabkan dua remaja lainnya mengalami luka bakar serius. Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (1/3/2026) sore, menjelang waktu berbuka puasa.
Insiden berlangsung di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman. Saat kejadian, sejumlah remaja diketahui tengah merakit petasan yang rencananya akan dipasang pada balon udara.
Diduga, ledakan terjadi akibat percikan api yang menyambar bahan peledak rakitan saat proses peracikan berlangsung. Sumber api disebut berasal dari rokok yang dinyalakan di dekat bahan petasan, sehingga memicu ledakan besar.
Akibat kejadian tersebut, satu pelajar SMP meninggal dunia di lokasi karena mengalami luka parah. Sementara dua rekannya menderita luka bakar serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Warga sekitar mengaku terkejut dengan suara ledakan keras yang terdengar hingga radius ratusan meter. Sejumlah warga sempat berhamburan keluar rumah karena mengira terjadi ledakan besar.
Aparat dari Polres Ponorogo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Polisi juga masih mendalami asal-usul bahan peledak yang digunakan serta kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar mengawasi aktivitas anak-anak mereka dan tidak merakit petasan sendiri karena berisiko tinggi dan dapat berujung fatal. Tradisi menerbangkan balon udara dengan petasan dinilai sangat berbahaya dan melanggar aturan keselamatan.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius tentang bahaya penggunaan bahan peledak rakitan, terutama di kalangan remaja tanpa pengawasan dan pengetahuan memadai.

Baca Juga :  Bom Peninggalan Perang Dunia II Meledak di Biak, Lima Warga Meninggal

Berita Terkait

Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Biduan Asal Jambi Berinisial E Resmi Laporkan Pemilik Orgen Tunggal Inisial B, ke Polres BatangHari Terkait Dugaan Pelecehan
Karhutla di Muaro Jambi Meluas, BPBD Catat Lahan Terbakar Hampir 8 Hektare
Tim SAR Gabungan Evakuasi Buruh Asal Bandung yang Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin
Material Longsor Tebing 11 Meter Sumbat Aliran Kali Ciapus di Ciomas Bogor
Oknum Ditjenpas Jambi Nyambi Bisnis Barang Haram, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi Sesalkan Rusaknya Integritas Aparat
Polresta Jambi Undang Suheri Dwi Nopriyadi untuk Klarifikasi Dugaan Pencemaran Nama Baik/Fitnah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Biduan Asal Jambi Berinisial E Resmi Laporkan Pemilik Orgen Tunggal Inisial B, ke Polres BatangHari Terkait Dugaan Pelecehan

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:20 WIB

Karhutla di Muaro Jambi Meluas, BPBD Catat Lahan Terbakar Hampir 8 Hektare

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:07 WIB

Tim SAR Gabungan Evakuasi Buruh Asal Bandung yang Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:32 WIB

Material Longsor Tebing 11 Meter Sumbat Aliran Kali Ciapus di Ciomas Bogor

Berita Terbaru