Ratusan Siswa dan Guru SMAN 6 Bandar Lampung Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dapur Langsung Ditutup

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – Ratusan siswa dan guru di SMAN 6 Bandar Lampung mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (22/4/2026).

Total korban mencapai 172 orang, terdiri dari 147 siswa dan 25 guru. Mereka mengeluhkan gejala seperti sakit perut dan diare beberapa saat setelah mengonsumsi makanan yang disediakan.

Kepala Dinas Kesehatan setempat menyebutkan, kondisi para korban umumnya ringan hingga sedang dan masih dalam penanganan medis. “Gejala yang dialami berupa sakit perut dan diare, dan sejauh ini tidak ada yang sampai kondisi berat,” ujarnya.

Baca Juga :  Prabowo Ungkap Dapat Laporan Jaksa di Daerah Lakukan Praktik Tak Benar

Dari hasil pemeriksaan awal, dugaan sementara mengarah pada makanan yang tidak layak konsumsi. Selain itu, ditemukan sejumlah persoalan pada dapur penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama terkait sanitasi dan pengelolaan limbah.

“Kami menemukan fasilitas kebersihan yang belum memadai serta pengelolaan limbah yang tidak sesuai standar,” ungkap petugas pemeriksa.

Baca Juga :  ​Baharkam Polri Gerebek "Bunker Opung" di Jambi, Kapal Tugboat dan Mobil Tangki Disita

Sebagai langkah cepat, operasional dapur MBG tersebut langsung dihentikan sementara. Pengelola diminta melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk peningkatan standar kebersihan, perbaikan sistem pengolahan makanan, serta melengkapi sertifikasi yang dibutuhkan.

Pihak terkait menegaskan, kasus ini menjadi evaluasi serius dalam pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

Diketahui, dari total 812 penerima MBG di sekolah tersebut, sekitar 26 persen di antaranya terdampak dalam insiden ini.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru