Miris!!Potret pendidikan SDN 232 Muaro Jambi, Belajar Bergantian di Gedung Rapuh

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muaro Jambi – Dunia pendidikan di daerah masih dihadapkan pada persoalan serius. Kondisi memprihatinkan terlihat di SD Negeri 232 yang berada di Desa Tanjung Lebar, Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muaro Jambi.

Sekolah ini harus menjalankan proses belajar mengajar di bangunan yang jauh dari kata layak. Sebagian ruang kelas masih berdinding kayu yang sudah lapuk, sementara atap seng yang bocor kerap membuat ruangan tergenang air saat hujan turun.

Keterbatasan ruang juga memaksa pihak sekolah berbagi gedung dengan jenjang SMP. Akibatnya, kegiatan belajar dilakukan secara bergantian. Siswa SD belajar di pagi hari, sedangkan siswa SMP baru masuk pada siang hingga sore hari.

Baca Juga :  Kemarau Mulai Melanda, 555 Warga Babakan Madang Bogor Krisis Air Bersih

Jumlah siswa yang harus dilayani juga tidak sedikit. Tercatat, terdapat 103 siswa SD dan 23 siswa SMP yang harus belajar dalam kondisi serba terbatas tersebut.

Kondisi ini diperparah dengan minimnya tenaga pengajar. Saat ini, hanya terdapat 5 guru untuk tingkat SD dan 2 guru untuk SMP, yang harus menangani seluruh siswa tersebut.

Salah seorang guru, Harminah, mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat memengaruhi proses belajar mengajar.

> “Kalau hujan, kami sering kebocoran. Anak-anak jadi tidak nyaman belajar. Kadang kami harus pindah-pindah kelas,” ujarnya

Baca Juga :  POV Pembawa Baki Hingga Srikandi PM Curi Perhatian di Upacara HUT ke-81 RI

Ia juga menambahkan bahwa keterbatasan guru membuat mereka harus bekerja ekstra.

> “Guru di sini terbatas, jadi kami harus mengajar beberapa kelas sekaligus. Yang penting anak-anak tetap bisa belajar,” tambahnya.

Meski berada dalam kondisi serba terbatas, para guru dan siswa tetap menunjukkan semangat tinggi untuk menjalankan proses belajar.

Potret SDN 232 ini menjadi gambaran nyata bahwa pemerataan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Di tengah berbagai program pembangunan, masih ada sekolah yang harus berjuang dengan fasilitas seadanya demi memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru