Bogor – Memasuki musim kemarau, ratusan warga di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Fenomena ini dipicu oleh merosotnya curah hujan secara drastis, yang berimbas pada menyusutnya cadangan serta sumber mata air di kawasan tersebut.
Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, total terdapat 555 jiwa dari 120 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung oleh kekeringan ini. Krisis air bersih ini tersebar di dua wilayah, yaitu:
1. Kampung Ciburial: 70 KK (345 jiwa)
2. Kampung Landeuh: 50 KK (210 jiwa)
Sumur Mengering, Warga Cari Air ke Gunung Pancar
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa kondisi paling parah terjadi di Kampung Ciburial.
Di wilayah tersebut, hampir seluruh sumur milik warga sudah mengering. Alhasil, warga harus berjalan cukup jauh ke area Gunung Pancar demi mendapatkan air.
Sementara itu, untuk wilayah Kampung Landeuh, situasi sedikit lebih baik karena beberapa sumur warga terpantau masih memiliki sisa air.
Respons Cepat BPBD
Mendapat laporan mengenai kesulitan yang dihadapi masyarakat, tim Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor bergerak cepat melakukan penanganan darurat.
Sebagai langkah awal, petugas telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter ke lokasi-lokasi yang terdampak guna memenuhi kebutuhan harian warga.












