Pegawai Bea Cukai Lari Usai Diperiksa KPK, Kasus Dugaan Korupsi DJBC

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Seorang pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berinisial AD menjadi perhatian publik usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (9/5/2026). AD diketahui diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan DJBC.

Usai menjalani pemeriksaan, AD tampak berusaha menghindari awak media dan langsung berlari meninggalkan area gedung KPK tanpa memberikan komentar sedikit pun kepada wartawan yang telah menunggu sejak siang hari.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo membenarkan adanya pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait perkara dugaan korupsi di sektor kepabeanan dan cukai.

Baca Juga :  Ratusan Warga Datangi Polsek Kumpeh, Desak Polisi Sikat Peredaran Narkoba

“KPK menjadwalkan pemanggilan terhadap empat saksi untuk pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi terkait bea dan cukai di DJBC,” ujar Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta.

Budi menjelaskan, salah satu saksi yang diperiksa merupakan pegawai Bea Cukai berinisial AD. Sementara tiga lainnya berasal dari pihak swasta.

“AD sudah memenuhi panggilan penyidik dan hadir sekitar pukul 10.07 WIB untuk diperiksa sebagai saksi,” katanya.

Kasus yang tengah diusut KPK ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan beberapa waktu lalu terkait dugaan suap pengurusan impor barang dan pengaturan jalur kepabeanan.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Tangkap Penipu Ngaku Pegawai KPK, Tipu Ahmad Sahroni hingga Rp300 Juta

Dalam proses penyidikan, KPK disebut telah menyita sejumlah uang tunai dalam berbagai mata uang asing, dokumen transaksi, hingga logam mulia yang diduga berkaitan dengan praktik suap dan gratifikasi di lingkungan DJBC.

KPK memastikan penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan akan ada pihak lain yang dipanggil maupun ditetapkan sebagai tersangka.

“KPK akan terus mendalami alat bukti dan menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara ini,” tegas Budi.

Kasus dugaan korupsi di tubuh Bea Cukai ini kembali menambah daftar panjang praktik rasuah di sektor pelayanan publik yang menjadi perhatian masyarakat luas.

Berita Terkait

Oknum Brimob di Bali Jual Mobil Curian Rp102 Juta, Uangnya Dipakai Main Judi Online
Polisi Bongkar Fakta di Balik Santriwati Hamil Misterius Di Pekalongan
Misteri CCTV ‘Gaib’ di Kasus Andrie Yunus, Bukti Penting Hilang Saat Sidang Praperadilan
Anak Bupati dan Selebgram Pekanbaru Positif Narkoba saat Razia Tempat Hiburan
Kasus Chromebook Nadiem Makarim, KSP: Abolisi dan Amnesti Bukan Berdasarkan Opini Publik
Kejagung Tetapkan Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Jadi Tersangka Kasus CPO
UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Terancam Dipecat
PTPN I Dikecam Publik Tolak RJ Kasus Kakek Mujiran, Publik: PTPN I Tidak Punya Malu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:40 WIB

Oknum Brimob di Bali Jual Mobil Curian Rp102 Juta, Uangnya Dipakai Main Judi Online

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:34 WIB

Polisi Bongkar Fakta di Balik Santriwati Hamil Misterius Di Pekalongan

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:32 WIB

Misteri CCTV ‘Gaib’ di Kasus Andrie Yunus, Bukti Penting Hilang Saat Sidang Praperadilan

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:31 WIB

Anak Bupati dan Selebgram Pekanbaru Positif Narkoba saat Razia Tempat Hiburan

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:37 WIB

Kasus Chromebook Nadiem Makarim, KSP: Abolisi dan Amnesti Bukan Berdasarkan Opini Publik

Berita Terbaru