Kemarau Mulai Melanda, 555 Warga Babakan Madang Bogor Krisis Air Bersih

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor – Memasuki musim kemarau, ratusan warga di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Fenomena ini dipicu oleh merosotnya curah hujan secara drastis, yang berimbas pada menyusutnya cadangan serta sumber mata air di kawasan tersebut.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, total terdapat 555 jiwa dari 120 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung oleh kekeringan ini. Krisis air bersih ini tersebar di dua wilayah, yaitu:

Baca Juga :  Polisi Gelar Olah TKP Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Ketua DPRD Bone

1. ​Kampung Ciburial: 70 KK (345 jiwa)
​2. Kampung Landeuh: 50 KK (210 jiwa)

​Sumur Mengering, Warga Cari Air ke Gunung Pancar
​Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa kondisi paling parah terjadi di Kampung Ciburial.

Di wilayah tersebut, hampir seluruh sumur milik warga sudah mengering. Alhasil, warga harus berjalan cukup jauh ke area Gunung Pancar demi mendapatkan air.

Baca Juga :  MPR Tawarkan Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak Jadi Duta LCC Usai Viral Protes Penjurian

Sementara itu, untuk wilayah Kampung Landeuh, situasi sedikit lebih baik karena beberapa sumur warga terpantau masih memiliki sisa air.

Respons Cepat BPBD
​Mendapat laporan mengenai kesulitan yang dihadapi masyarakat, tim Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor bergerak cepat melakukan penanganan darurat.

Sebagai langkah awal, petugas telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter ke lokasi-lokasi yang terdampak guna memenuhi kebutuhan harian warga.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru