Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Potensi Tsunami Dinyatakan Kecil

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berada pada Level III (Siaga) setelah sempat mengalami rangkaian erupsi.

Meski demikian, para ahli memastikan bahwa potensi terjadinya tsunami massal seperti peristiwa tahun 2018 silam tergolong kecil.

Mengapa Potensi Tsunami Berbeda dengan Tahun 2018?

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), Anggi Nuryo Saputro, menjelaskan bahwa kondisi morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini sudah jauh berubah.

1. ​Tahun 2018: Tsunami dipicu oleh longsoran besar runtuhnya tubuh gunung yang saat itu memiliki ketinggian sekitar 338 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca Juga :  Kopilot Asal Malaysia Dicokok Bea Cukai Saat Coba Selundupkan Ekstasi Lewat Jalur Fast Track

2. ​Kondisi Sekarang: Ketinggian tubuh gunung saat ini hanya tersisa sekitar 157 mdpl, sehingga risiko longsoran besar yang dapat memicu gelombang tsunami jauh lebih rendah.

Kondisi Terkini dan Rekomendasi Keamanan

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan masih fluktuatif. Meski sempat mencatatkan 7 kali letusan sehari sebelumnya, pada Kamis (9/7/2026) belum ada letusan baru yang teramati.

1. Radius Bahaya: Masyarakat, nelayan, dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kepri Viral Naik Harley Davidson Rp645 Juta Tanpa Helm, Disorot Soal SIM Khusus

2. Destinasi Wisata Aman: Karena radius bahaya sepenuhnya berada di wilayah laut, kawasan wisata Pantai Anyer dan Carita dipastikan tetap aman untuk dikunjungi.

​Kesiapan Mitigasi BPBD Banten
​Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten terus memantau situasi secara ketat.

Sebagai langkah antisipasi, jika terjadi letusan yang memicu potensi tsunami, masyarakat diperkirakan memiliki waktu sekitar 40 menit untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi.

Pemerintah mengimbau masyarakat di pesisir pantai untuk tetap tenang, tidak panik, serta mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul yang telah disediakan.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru