Tim SAR Gabungan Evakuasi Buruh Asal Bandung yang Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUASIN – Operasi pencarian terhadap seorang pria yang dilaporkan hilang di Perairan Tungkal, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, akhirnya membuahkan hasil.

Tim SAR Gabungan yang dipimpin oleh Ditpolairud Polda Sumatera Selatan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 18.15 WIB.

Korban diketahui berinisial IN (26), seorang buruh yang berasal dari Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Jasadnya ditemukan mengapung di sekitar kawasan pintu air Ropi PT Stal.

Diduga Akibat Serangan Buaya
​Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diduga kuat meninggal dunia akibat serangan buaya.

Baca Juga :  Penguasaan Lahan Sengketa di Muaro Jambi: Kuasa Hukum Mbah Mangun Sesalkan Sikap Pemerintah Desa Petaling Jaya

“Meskipun ada dugaan kuat ke sana (serangan buaya), pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi dan melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pasti kematiannya.

Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana,” ujar Kombes Pol Nandang, Jumat (10/7/2026).

Setelah berhasil dievakuasi sesuai prosedur keselamatan oleh tim gabungan, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Sinergi Tim Gabungan
​Keberhasilan penemuan korban ini tidak lepas dari kerja keras berbagai pihak yang saling bahu-membahu sejak awal pencarian.

Tim SAR Gabungan tersebut terdiri dari:

1. Pangkalan Sandar Penuguan Ditpolairud Polda Sumsel

2. Basarnas Palembang

Baca Juga :  Prabowo dan Megawati Tampil Akrab di Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

3. ​Polsek Pulau Rimau

4. Babinsa Teluk Betung

5. ​BPBD Kabupaten Banyuasin

6. Personel TNI AL

7. Pemerintah desa, warga setempat, serta keluarga korban.

​Imbauan Kamtibmas untuk Masyarakat
​Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai tingginya risiko beraktivitas di wilayah perairan yang menjadi habitat alami satwa liar.

Pihak Polda Sumsel pun menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban sekaligus memberikan peringatan tegas kepada warga.

Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar wilayah perairan diimbau untuk selalu waspada, mengutamakan keselamatan, dan segera melapor kepada petugas jika melihat adanya potensi bahaya dari satwa liar di sekitar mereka.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru