Terkuak, Banyak Pelangsir di Jambi, BPH Migas Temukan QR Code Ganda BBM Subsidi, CCTV Jadi Bukti

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi di Provinsi Jambi mulai menemukan titik terang. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkap adanya praktik penggunaan QR Code ganda oleh sejumlah kendaraan untuk membeli Biosolar subsidi melebihi kuota yang ditetapkan. Temuan tersebut diperkuat dengan hasil pencocokan data transaksi digital dan rekaman CCTV di SPBU.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengatakan inspeksi dilakukan menyusul banyaknya aduan masyarakat terkait antrean panjang di sejumlah SPBU di Jambi.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah kendaraan melakukan pengisian BBM subsidi lebih dari satu kali dengan menggunakan QR Code yang berbeda. Modus tersebut terungkap setelah data transaksi dibandingkan dengan sistem digitalisasi dan rekaman CCTV.

Baca Juga :  Kantor Desa Teluk Langkap Tak Berpenghuni, Kades (KANDI) Bungkam ketika Awak Media meminta konfirmasi dan Klarifikasi

“Begitu kita crosscheck dari data penjualan terhadap sistem digitalisasi dan CCTV, banyak satu kendaraan mengambil lebih dari satu transaksi dan melebihi ketentuan Perpres 191,” ujar Wahyudi.

Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 191, kendaraan roda enam atau lebih memiliki batas maksimal pembelian Biosolar subsidi sebanyak 200 liter. Namun di lapangan ditemukan kendaraan yang menggunakan dua hingga tiga QR Code berbeda untuk memperoleh BBM subsidi dalam jumlah lebih besar.

Menurut Wahyudi, terdapat berbagai pola penyalahgunaan, mulai dari satu QR Code yang sesuai data kendaraan dipadukan dengan QR Code lain yang tidak sesuai, hingga seluruh QR Code yang digunakan tidak cocok dengan identitas kendaraan.

Baca Juga :  Ironis! Jam Pelayanan Publik Dijadikan Panggung TikTok, Kepala Puskesmas Muaro Kumpeh dan Kadinkes Muaro Jambi Bungkam Seribu Bahasa

BPH Migas menilai praktik tersebut menjadi salah satu penyebab Biosolar subsidi di sejumlah SPBU cepat habis sehingga memicu antrean panjang dan keluhan masyarakat.

“Nah, kosongnya ternyata banyak dimanfaatkan oleh pihak yang memanfaatkan disparitas harga BBM subsidi dengan non-subsidi yang sangat tinggi,” kata Wahyudi.

Sebagai tindak lanjut, BPH Migas akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi di Jambi agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran.

Sebelumnya, BPH Migas juga telah menyatakan memperkuat pengendalian QR Code, pengawasan melalui CCTV, serta membentuk gugus tugas untuk menekan penyalahgunaan BBM subsidi di berbagai daerah.

Berita Terkait

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Diduga Pelecehan Seksual oleh Salah Satu Pemilik Orgen Tunggal Sungai Rengas, Kab.Batang Hari
Pamit Mandi di Sungai, Warga Lubuk Pinang Mukomuko Ditemukan Tewas Tenggelam
Dinas Pendidikan Tebo Ditemukan Bermasalah dalam Pengadaan Buku Dana BOS Rp8,77 Miliar
DPMPTSP Kota Jambi Turun Cek Gudang Depo A Plus yang Disorot Diduga Langgar GSB 
3 Jam Sambangi Habib Abubakar Haddad, Sekretaris PBB Muaro Jambi: “Seperti Guru dan Murid”
Masyarakat Desak Inspektorat Periksa Kades, Bangunan Beranggaran Besar di Muaro Jambi Roboh
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Diduga Pelecehan Seksual oleh Salah Satu Pemilik Orgen Tunggal Sungai Rengas, Kab.Batang Hari

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Pamit Mandi di Sungai, Warga Lubuk Pinang Mukomuko Ditemukan Tewas Tenggelam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Dinas Pendidikan Tebo Ditemukan Bermasalah dalam Pengadaan Buku Dana BOS Rp8,77 Miliar

Berita Terbaru