MUARO JAMBI – Citra pelayanan kesehatan di Kabupaten Muaro Jambi kembali menjadi sorotan.
Publik dibuat geram setelah beredar video yang memperlihatkan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) diduga berjoget untuk konten TikTok di dalam ruang pelayanan sebuah puskesmas saat jam kerja.
Aksi tersebut memicu kritik dari masyarakat karena dinilai tidak mencerminkan profesionalisme sebagai pelayan publik. Di saat masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang optimal, oknum ASN tersebut justru terlihat sibuk membuat konten media sosial.
Ironisnya, ketika sejumlah awak media berupaya melakukan konfirmasi terkait video yang beredar tersebut, Kepala Puskesmas Muaro Kumpeh, Fadilah, S.Kep., M.Kes., dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, dr. Aang Hambali, memilih bungkam.
Konfirmasi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 4 Juni 2026, tidak mendapat respons dari kedua pejabat tersebut. Hingga berita ini ditulis, tidak ada klarifikasi maupun penjelasan resmi terkait video yang telah menjadi perbincangan publik itu.
Sikap diam para pemangku kebijakan di sektor kesehatan tersebut justru memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang menilai adanya pembiaran terhadap dugaan pelanggaran disiplin ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.
Diduga Langgar Disiplin ASN
Tindakan oknum ASN yang diduga bermain media sosial dan membuat konten saat jam pelayanan dinilai bertentangan dengan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.
Perilaku tersebut juga dinilai tidak sejalan dengan semangat pelayanan publik yang mengutamakan kepentingan masyarakat serta profesionalisme dalam bekerja.
Selain itu, tindakan tersebut berpotensi melanggar ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil yang mengatur kewajiban dan larangan bagi ASN dalam menjalankan tugas kedinasan.
Sikap bungkam yang ditunjukkan oleh Kepala Puskesmas Muaro Kumpeh maupun Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi juga menuai kritik. Keduanya dinilai tidak menunjukkan keterbukaan informasi kepada publik terkait persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.
Sebagai pimpinan instansi, mereka seharusnya memberikan penjelasan serta melakukan evaluasi terhadap bawahannya apabila ditemukan pelanggaran disiplin, bukan justru menghindari konfirmasi.
Masyarakat bersama awak media kini mendesak Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi untuk segera mengambil langkah tegas. Desakan juga diarahkan kepada Inspektorat Daerah serta BKPSDM agar melakukan pemeriksaan terhadap oknum ASN yang terlibat.
Publik berharap ada evaluasi menyeluruh dan pemberian sanksi sesuai aturan yang berlaku apabila terbukti terjadi pelanggaran disiplin. Selain itu, pengawasan terhadap aparatur di lingkungan pelayanan kesehatan juga diminta diperketat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.












