Pemilik Akun TikTok Klarifikasi dan Minta Maaf Usai Viralkan Video Petani Naik Drone

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh video seorang petani yang terbang belasan meter di atas tanah menggunakan sebuah drone besar.

Setelah memicu kegaduhan dan perdebatan netizen, pengunggah video tersebut akhirnya resmi menyampaikan permohonan maaf dan memberikan klarifikasi.

​Sosok di balik video viral tersebut adalah Budianto (47), Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, yang mengunggah konten tersebut melalui akun TikTok pribadinya, @mbahkaruhon.

Poin-Poin Penting Klarifikasi

Dalam video klarifikasi yang beredar, Budianto menyampaikan beberapa hal terkait video yang sempat dikira terjadi di Tuban atau Jombang tersebut:

Baca Juga :  Sidang Tahunan MPR & Sidang Bersama 2026 Resmi Dibuka, Dihadiri 629 Anggota

1. Bukan di Jombang: Budianto meluruskan kekeliruan informasi mengenai lokasi pengambilan video. Ia menegaskan bahwa aksi petani terbang dengan drone itu tidak direkam di wilayah Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

2. ​Mengakui Bahaya: Ia menyadari bahwa tindakan menerbangkan manusia menggunakan drone merupakan aksi yang sangat berbahaya dan berisiko tinggi.

3. Meminta Maaf kepada Publik: Budianto secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat luas atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh kontennya tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Baca Juga :  Prabowo Tegaskan Tak Lindungi Orang Dekat yang Terlibat Korupsi

​”Atas kegaduhan video tersebut, saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat di manapun berada. Dan akan saya sampaikan kepada mitra saya bahwa hal tersebut sangat berbahaya, serta tidak akan mengulanginya lagi,” ujar Budianto.

Di akhir klarifikasinya, Budianto juga berharap agar kegaduhan dari konten eksperimen berbahaya ini tidak sampai menyeret atau merugikan pihak mitra taninya.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru