Genjot Program Bedah Rumah, Pemerintah Targetkan Renovasi 400 Ribu Unit di 2026

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah bergerak cepat untuk menekan angka hunian tidak layak di Indonesia.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya baru saja menggelar pertemuan strategis dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, guna membahas target ambisius sektor perumahan untuk tahun anggaran 2026.

​Dalam pertemuan yang berlangsung di gedung Sekretariat Kabinet RI tersebut, keduanya fokus mematangkan rencana renovasi 400.000 rumah tidak layak huni di berbagai penjuru daerah.

Angka ini mencerminkan lonjakan target yang sangat masif jika dibandingkan dengan target tahun 2025 yang dipatok pada angka 45.000 unit.

Baca Juga :  20 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi, 77 Masih Jalani Perawatan

Seskab Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa program akselerasi ini berpusat pada optimalisasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program yang akrab dikenal masyarakat sebagai “bedah rumah”.

“Program ini merupakan salah satu pilar prioritas di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi menjamin hak rakyat mendapatkan tempat tinggal yang lebih baik,” ungkap Teddy lewat keterangan resmi yang diunggah di akun Instagram Sekretariat Kabinet. Selain membahas angka target, pertemuan tersebut menyoroti pentingnya merobohkan sekat-sekat birokrasi.

Baca Juga :  Kejagung Setorkan Rp1,02 Triliun Hasil Lelang dan Pemulihan Aset ke Kementerian Keuangan

Seskab dan Menteri Ara sepakat bahwa kunci sukses dari program masif ini ada pada integrasi dan sinergi yang kuat antara kementerian terkait, lembaga negara, hingga jajaran pemerintah daerah.

​Melalui kolaborasi lintas sektor yang lebih ketat, pemerintah optimistis eksekusi di lapangan dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, serta mampu mendongkrak kualitas hidup dan kesejahteraan warga secara nyata.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru