MUARO JAMBI – Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Muaro Jambi dengan membawa sejumlah tuntutan. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah dugaan adanya “orang dalam” yang diduga mengatur proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.
Dalam aksi tersebut, massa meminta pemerintah daerah membuka ruang transparansi terhadap pelaksanaan proyek, sekaligus mendesak aparat penegak hukum untuk menyelidiki berbagai dugaan praktik yang dinilai berpotensi mencederai tata kelola pemerintahan yang bersih. Mereka menegaskan seluruh dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui proses hukum yang objektif.
Selain menyoroti dugaan pengaturan proyek, mahasiswa juga menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan daerah, mulai dari kondisi infrastruktur, pelayanan publik, hingga tata kelola pemerintahan yang dinilai masih membutuhkan pembenahan. Massa berharap pemerintah tidak mengabaikan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui aksi damai tersebut.
Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa menegaskan aksi ini bukan sekadar menyampaikan kritik, tetapi menjadi bentuk kepedulian terhadap masa depan Kabupaten Muaro Jambi. Mereka meminta pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka atas berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.
Mahasiswa juga mendesak aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti setiap informasi maupun dugaan pelanggaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurut mereka, transparansi dan penegakan hukum menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib. Massa berharap tuntutan yang mereka sampaikan tidak berhenti pada aksi demonstrasi semata, melainkan ditindaklanjuti melalui langkah konkret oleh pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum.












