Komnas Perempuan Desak Investigasi Independen Atas Tewasnya Ibu Hamil Kena Peluru Nyasar di Intan Jaya

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas kasus tewasnya seorang ibu hamil berinisial MD (Melkiana Duwitau) akibat terkena peluru nyasar di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

 

Komnas Perempuan menekankan pentingnya pembentukan tim investigasi yang independen dan transparan untuk mengusut peristiwa ini.

Komisioner Komnas Perempuan, Yuni Asriyanti, menegaskan bahwa peristiwa tragis ini merupakan pelanggaran serius terhadap hak mendasar perempuan.

“Peristiwa ini merupakan dugaan pelanggaran serius terhadap hak perempuan atas hidup, rasa aman, dan kesehatan. Komnas Perempuan menegaskan kewajiban negara untuk menjamin penyelidikan yang independen, imparsial, menyeluruh, dan transparan guna mengungkap fakta, memastikan akuntabilitas dan pemulihan bagi keluarga korban,” ujar Yuni dalam keterangan tertulisnya.

 

Pola Kekerasan yang Berulang
​Komnas Perempuan menyoroti bahwa kematian MD bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Berdasarkan pantauan media, dalam sembilan bulan terakhir telah terjadi sedikitnya lima peristiwa kekerasan yang merenggut nyawa perempuan di tanah Papua.

Baca Juga :  Jangan Biarkan Algoritma Mengadili Lebih Dulu: Tantangan Keadilan di Era Digital

Selain itu, sepanjang periode 2021 hingga 2025, Komnas Perempuan mencatat telah menerima 75 pengaduan terkait kekerasan terhadap perempuan di Papua. Dari total laporan tersebut, sekitar 40 persen di antaranya menduga adanya keterlibatan aparat atau pejabat negara sebagai pelaku.

 

Tiga Rekomendasi Komnas Perempuan
​Guna menyikapi situasi konflik yang terus memakan korban warga sipil, Komnas Perempuan mengeluarkan tiga poin rekomendasi resmi kepada pemerintah dan institusi terkait:

1. Investigasi Menyeluruh: Melakukan proses penyelidikan yang independen dan imparsial guna menjamin adanya pertanggungjawaban pidana maupun etik bagi pihak yang terbukti bersalah.

2. Pemulihan Keluarga Korban: Memberikan kompensasi dan pemulihan komprehensif bagi keluarga korban, yang mencakup bantuan psikososial, pemenuhan rasa keadilan, serta jaminan keamanan.

3. Evaluasi Pendekatan Keamanan: Mengevaluasi total strategi keamanan yang diterapkan di Papua. Komnas Perempuan meminta adanya penataan ulang serta penarikan pasukan militer—baik organik maupun non-organik—secara bertahap dari wilayah pemukiman demi melindungi kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.

Baca Juga :  Lukisan “Kuda Api” Karya SBY Laku Rp 6,5 Miliar, Dibeli Low Tuck Kwong

 

Kronologi Kejadian Menurut TNI
​Berdasarkan keterangan dari pihak militer, peristiwa penembakan tersebut terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, pada Kamis malam sekitar pukul 18.45 WIT.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa tembakan tersebut berasal dari kelompok bersenjata OPM pimpinan Peles Tigau. Kelompok tersebut melepaskan tembakan secara acak dari tiga titik berbeda dalam kurun waktu 15 menit, mulai dari arah Kampung Wandoga hingga area perbukitan di depan Koramil Sugapa.

​Pihak TNI menambahkan bahwa selama gangguan tembakan berlangsung, personel Satgas TNI di lapangan tidak melakukan tembakan balasan demi menghindari kekeliruan, mengingat kondisi cuaca saat itu sedang hujan deras, berkabut tebal, dan jarak pandang sangat terbatas. Warga sipil yang berada di sekitar lokasi kemudian menjadi korban dari rentetan peluru nyasar tersebut.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru