Bareskrim: Belum Ada Indikasi Sabotase di Balik Blackout Sumatera

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Bareskrim Polri menyatakan hingga kini belum menemukan indikasi unsur kesengajaan dalam insiden blackout massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Jumat (22/5/2026). Penyelidikan masih difokuskan pada dugaan gangguan teknis di jaringan transmisi listrik tegangan ekstra tinggi (SUTET).

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim bersama Puslabfor Polri dan PT PLN telah melakukan pemeriksaan di titik putus sambungan SUTET 275 kV di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Dari lokasi tersebut, tim menemukan konduktor atau kabel penghantar listrik yang putus dan langsung diamankan sebagai barang bukti untuk diuji di laboratorium forensik.

Baca Juga :  Biduan Asal Jambi Berinisial E Resmi Laporkan Pemilik Orgen Tunggal Inisial B, ke Polres BatangHari Terkait Dugaan Pelecehan

Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni mengatakan, hasil pemeriksaan sementara belum mengarah pada adanya sabotase maupun intervensi manusia.

“Sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu,” ujarnya.

Sebelumnya, PT PLN mengungkapkan gangguan awal diduga berasal dari sistem transmisi 275 kV antara Muaro Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang dipengaruhi cuaca ekstrem. Gangguan tersebut kemudian memicu efek berantai hingga menyebabkan pemadaman listrik besar di berbagai wilayah Sumatera.

Baca Juga :  Masih Banyak Disalahpahami, Ini Perbedaan Sertifikasi Halal dan Syariah

Blackout yang terjadi sejak Jumat malam itu berdampak pada jutaan pelanggan dan ratusan gardu induk di Sumatera. Pemerintah bersama PLN kini diminta memperkuat sistem backbone kelistrikan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru