JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir (rob) yang diprediksi menerjang sejumlah kawasan pesisir di Indonesia mulai 23 Juli hingga 4 Agustus.
BMKG menjelaskan bahwa fenomena Fase Bulan Purnama yang diperkirakan terjadi pada 29 Juli menjadi pemicu utama meningkatnya ketinggian pasang air laut maksimum di berbagai kawasan pantai.
Daftar Pesisir Berstatus Waspada Banjir Rob
Berdasarkan pantauan data pasang surut air laut (water level), berikut daftar wilayah yang diproyeksikan terdampak beserta rentang waktunya:
1. DKI Jakarta (23–31 Juli): Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Muara Angke, Penjaringan, dan Kalibaru.
2. Jawa Barat (23–30 Juli): Pesisir Kab. Bekasi dan Kab. Karawang.
3. Jawa Tengah:
• 25–31 Juli: Pesisir Semarang, Demak, Kota & Kab. Pekalongan, Batang, Kendal, serta Jepara.
• 28–30 Juli: Pesisir Brebes, Kota & Kab. Tegal, serta Pemalang.
4. Jawa Timur (27–31 Juli): Wilayah Pesisir Pelabuhan Surabaya.
5. Sumatera:
• Aceh (24–30 Juli): Pesisir Lhokseumawe.
• Kep. Riau (27–31 Juli): Batam dan Karimun.
• Sumatera Barat (29–31 Juli): Kota Padang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Barat, serta Kepulauan Mentawai (Siberut, Sipora, P. Pagai).
• Sumatera Utara (30 Juli): Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.
6. Kalimantan:
• Kalimantan Barat (27–31 Juli): Sebagian bantaran Sungai Kapuas.
• Kalimantan Selatan (28 Juli–4 Agustus): Barito Kuala, Banjar, Banjarmasin, Tanah Laut (hingga 30 Juli), Kotabaru, dan Tanah Bumbu (hingga 4 Agustus).
• Kalimantan Utara (30–31 Juli): Perairan Tarakan.
7. Nusa Tenggara Barat & Maluku:
• NTB (26–31 Juli): Lembar dan Bima.
• Maluku (23–31 Juli): Ambon, Maluku Tengah, dan Seram bagian Timur (28–31 Juli).
Dampak Potensial:
Meluapnya air laut ini berisiko mengganggu ritme kehidupan warga pesisir, khususnya kegiatan bongkar muat pelabuhan, produktivitas tambak garam dan perikanan darat, hingga akses lalu lintas di sekitar permukiman warga.
BMKG mengimbau warga yang bermukim di garis pantai untuk senantiasa siaga menghadapi potensi pasang maksimum dan aktif memantau pembaruan informasi cuaca maritim secara berkala.












