Calon Saksi Sidang di PN Jakarta Barat Diduga Dianiaya, Video Pengejaran Viral di Medsos

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan aksi pengejaran dan dugaan penganiayaan terhadap seorang calon saksi sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi di area SPBU kawasan Palmerah, Jakarta Barat.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, korban berinisial NM (35) tampak berlari sambil membawa tas menuju area SPBU. Tak lama kemudian, seorang perempuan berinisial GS mengejar korban hingga ke area parkir kendaraan.

Situasi sempat memanas ketika terduga pelaku diduga menarik rambut korban sebelum akhirnya dilerai warga sekitar yang berada di lokasi.

Baca Juga :  Karhutla di Muaro Jambi Meluas, BPBD Catat Lahan Terbakar Hampir 8 Hektare

Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, insiden itu terjadi pada 31 Maret 2026 dan saat ini telah ditangani pihak kepolisian.

“Iya benar, itu kejadian bulan Maret kemarin. Saat ini korban sudah membuat laporan polisi dan sudah dilakukan BAP oleh anggota,” kata Gomos saat dikonfirmasi wartawan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui hendak memberikan kesaksian dalam sebuah persidangan di PN Jakarta Barat dengan nomor perkara 72/PIB.B/2026/PN.Jkt.Brt.

Polisi menyebut pengejaran bermula ketika terduga pelaku melihat korban yang hendak memasuki ruang sidang. Karena merasa terancam, korban kemudian berlari menyelamatkan diri ke area SPBU yang berada di samping gedung pengadilan.

Baca Juga :  Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

“GS melihat NM yang akan masuk ruang sidang, kemudian mengejar korban. Karena merasa terancam, korban berlari ke SPBU di sebelah PN Jakarta Barat,” ujar Gomos.

Saat ini aparat kepolisian masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan alat bukti, termasuk rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial.

Kasus tersebut pun menjadi perhatian publik lantaran dugaan intimidasi terhadap calon saksi dinilai dapat mengganggu proses hukum yang sedang berjalan.

Berita Terkait

Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Biduan Asal Jambi Berinisial E Resmi Laporkan Pemilik Orgen Tunggal Inisial B, ke Polres BatangHari Terkait Dugaan Pelecehan
Karhutla di Muaro Jambi Meluas, BPBD Catat Lahan Terbakar Hampir 8 Hektare
Tim SAR Gabungan Evakuasi Buruh Asal Bandung yang Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin
Material Longsor Tebing 11 Meter Sumbat Aliran Kali Ciapus di Ciomas Bogor
Oknum Ditjenpas Jambi Nyambi Bisnis Barang Haram, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi Sesalkan Rusaknya Integritas Aparat
Polresta Jambi Undang Suheri Dwi Nopriyadi untuk Klarifikasi Dugaan Pencemaran Nama Baik/Fitnah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Biduan Asal Jambi Berinisial E Resmi Laporkan Pemilik Orgen Tunggal Inisial B, ke Polres BatangHari Terkait Dugaan Pelecehan

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:20 WIB

Karhutla di Muaro Jambi Meluas, BPBD Catat Lahan Terbakar Hampir 8 Hektare

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:07 WIB

Tim SAR Gabungan Evakuasi Buruh Asal Bandung yang Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:32 WIB

Material Longsor Tebing 11 Meter Sumbat Aliran Kali Ciapus di Ciomas Bogor

Berita Terbaru