CNG dan LPG Dibandingkan, Mana Lebih Hemat dan Aman untuk Rumah Tangga?

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Perdebatan mengenai penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan rumah tangga kembali mencuat. Kedua jenis bahan bakar gas tersebut dinilai memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, baik dari sisi efisiensi biaya maupun tingkat keamanan penggunaannya.

CNG merupakan gas alam terkompresi yang sebagian besar mengandung metana dan disimpan dalam tekanan tinggi. Sementara LPG adalah gas cair yang terdiri dari campuran propana dan butana yang selama ini umum digunakan masyarakat Indonesia untuk kebutuhan memasak.

Pengamat energi menilai CNG memiliki potensi lebih hemat dibanding LPG, terutama karena harga bahan bakarnya lebih murah dan emisi yang dihasilkan lebih rendah.

“Secara ekonomi, CNG memang lebih efisien dan ramah lingkungan dibanding LPG. Namun penerapannya untuk rumah tangga masih membutuhkan kesiapan infrastruktur yang memadai,” ujar Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, Kamis (8/5/2026).

Baca Juga :  Kadis DPMPTSP Kota Jambi Disorot: Penegak Regulasi atau Pembela Pengusaha Reklame Tanpa PBG?

Selain lebih hemat, CNG juga disebut memiliki tingkat keamanan lebih baik saat terjadi kebocoran. Hal ini karena gas CNG lebih ringan dari udara sehingga cepat menyebar ke atmosfer.

Berbeda dengan LPG yang sifat gasnya lebih berat dan dapat mengendap di area bawah ruangan, sehingga berisiko memicu ledakan apabila terkena percikan api.

Meski demikian, penggunaan CNG untuk rumah tangga dinilai belum sepenuhnya praktis. Tabung penyimpanan CNG membutuhkan tekanan sangat tinggi hingga sekitar 200 bar, sehingga memerlukan material tabung yang lebih kuat dan berat.

“Keamanan tabung dan jaringan distribusi menjadi tantangan utama jika CNG diterapkan secara luas untuk kebutuhan rumah tangga,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan.

Baca Juga :  Pajak Mandeg, Reklame Liar Merajalela: Saatnya Evaluasi Total Kinerja BPPRD!

Sementara itu, LPG masih menjadi pilihan utama masyarakat karena lebih mudah diperoleh dan jaringan distribusinya telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah juga masih mengandalkan LPG subsidi 3 kilogram untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga masyarakat kecil.

Berikut perbedaan utama antara CNG dan LPG:

CNG lebih hemat dan rendah emisi.

LPG lebih praktis dan mudah digunakan.

CNG membutuhkan tabung bertekanan tinggi.

LPG memiliki distribusi lebih luas.

Risiko kebocoran CNG dinilai lebih kecil dibanding LPG.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, masyarakat diimbau tetap memperhatikan faktor keamanan, efisiensi, dan ketersediaan infrastruktur sebelum memilih jenis bahan bakar gas yang akan digunakan di rumah tangga.

Berita Terkait

Teh Kayu Aro: Warisan Dunia yang Dikelola  PTPN IV Regional IV
Teh Kayu Aro PTPN IV Citarasa Mendunia
KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli Antoni dalam Pengembangan Kasus OTT Bupati Kuansing
Proyek “Penyelamat” Air Bersih Diduga Jadi Monumen Mangkrak: Ada Apa dengan Depot Pompa PDAM Tangkit Baru?
Antrean Solar Mengular Akibat Praktik Pelangsir, Polres Merangin Diduga sengaja Biarkan Sindikat BBM Bersubsidi Merajalela
Mendag Pastikan HET MinyaKita Tetap Rp15.700 per Liter
Kadis DPMPTSP Kota Jambi Disorot: Penegak Regulasi atau Pembela Pengusaha Reklame Tanpa PBG?
Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:13 WIB

Teh Kayu Aro: Warisan Dunia yang Dikelola  PTPN IV Regional IV

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:09 WIB

Teh Kayu Aro PTPN IV Citarasa Mendunia

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:57 WIB

KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli Antoni dalam Pengembangan Kasus OTT Bupati Kuansing

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:13 WIB

Proyek “Penyelamat” Air Bersih Diduga Jadi Monumen Mangkrak: Ada Apa dengan Depot Pompa PDAM Tangkit Baru?

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:54 WIB

Antrean Solar Mengular Akibat Praktik Pelangsir, Polres Merangin Diduga sengaja Biarkan Sindikat BBM Bersubsidi Merajalela

Berita Terbaru