Heboh Air Berkah dari Fondasi Rumah di Kudus, Ternyata Cuma Pipa PDAM Bocor

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kudus- Sebuah video mendadak viral di media sosial setelah merekam aksi warga Dukuh Masin, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang berbondong-bondong mengantre di teras rumah salah seorang warga. Bukan tanpa alasan, mereka sengaja datang untuk berebut air yang mendadak muncul dari sela-sela fondasi rumah tersebut.

Karena kondisi airnya yang sangat jernih dan mengalir deras, warga sekitar mengira fenomena ini sebagai tanda mistis. Banyak yang memercayai bahwa air tersebut adalah “air berkah” yang punya khasiat khusus, mulai dari mendatangkan berkah hingga mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Alhasil, warga pun datang membawa berbagai wadah seperti botol dan jeriken untuk menampung air tersebut demi bisa dikonsumsi.

Baca Juga :  SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang LCC 4 Pilar, Sampaikan “Sampai Jumpa di Tahun Depan”

Fakta di Balik “Mata Air” Dadakan

Melihat kehebohan yang terjadi selama kurang lebih 4 hingga 5 hari, pihak desa akhirnya turun tangan untuk menelusuri asal-usul air tersebut. Kepala Desa Kandangmas, Sofwan, mengonfirmasi bahwa dugaan warga selama ini keliru.

> “Ternyata setelah ditelusuri, itu air dari pipa PDAM yang bocor,” ujar Sofwan.

Baca Juga :  Material Longsor Tebing 11 Meter Sumbat Aliran Kali Ciapus di Ciomas Bogor

Pipa bawah tanah milik jaringan PDAM setempat ternyata mengalami kebocoran tepat di bawah kediaman warga, sehingga airnya merembes naik dan keluar melalui celah fondasi teras.

Karena bersumber dari air bersih PDAM, tidak heran jika kondisinya terlihat sangat jernih seperti mata air alami.

Saat ini, pihak terkait sudah bergerak cepat untuk mengatasi masalah tersebut. Pipa PDAM yang bocor telah diperbaiki dan ditutup, sehingga aliran air “berkah” yang sempat memicu kerumunan warga tersebut kini sudah tidak mengalir lagi.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru