JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah strategis dengan membentuk tim khusus guna mempercepat proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di berbagai wilayah.
Langkah ini diambil untuk memastikan fasilitas pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan dapat segera diselesaikan dan digunakan secara optimal.
Dalam merealisasikan pembangunan fisik gedung, Kemensos menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar standar bangunan dapat segera rampung sesuai target.
Proyek pembangunan ini menyasar puluhan titik di berbagai daerah di Indonesia. Selain menyelesaikan target awal, pemerintah terus memperluas pembangunan ke daerah-daerah baru—seperti Tanggamus, Tangerang, Toba, Kudus, Malaka, Nias Selatan, Kolaka Utara, hingga Mimika—setelah pemda setempat memastikan kesiapan lahan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Proses penjaringannya dilakukan melalui sistem penjangkauan langsung (bukan pendaftaran terbuka) yang bekerja sama erat dengan pemerintah daerah.
Selain fokus pada konstruksi fisik, percepatan ini juga mencakup pengadaan guru, tenaga pendidik, serta program integrasi seperti renovasi rumah bagi orang tua siswa untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
Melalui pembentukan tim khusus ini, Kemensos berharap koordinasi lintas sektoral antara pusat dan daerah semakin solid sehingga pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak prasejahtera dapat terwujud secara transparan dan tepat sasaran.k












