KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Perairan Sumenep, Penumpang Kenakan Pelampung di Geladak

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA — Kapal penumpang KM Mutiara Sentosa II yang melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Makassar mengalami insiden kebakaran di perairan Sumenep pada Minggu (2/8/2026) pagi.

Peristiwa ini menjadi sorotan setelah sejumlah video amatir beredar luas di media sosial dan grup percakapan.

Dalam rekaman tersebut, kepulan asap hitam tampak membubung dari salah satu bagian lambung kapal dan menyebar ke area lainnya.

Suasana kepanikan sempat terekam ketika para penumpang berkumpul di bagian dek depan serta bagian atas kapal. Terlihat seluruh penumpang telah mengenakan jaket penyelamat (life jacket) berwarna oranye guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga :  Istana Ungkap Alasan Pemerintah Pangkas Dana Transfer Daerah

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, membenarkan adanya insiden kebakaran yang menimpa kapal penumpang tujuan Makassar tersebut.

“Benar info bahwa ada kejadian kapal penumpang terbakar pagi tadi, kapal penumpang tujuan Surabaya-Makassar,” ujar Azwar Anas, Minggu (2/8/2026).

Kendati demikian, pihak KSOP menyatakan bahwa laporan rinci mengenai penyebab pasti kebakaran serta jumlah total korban maupun penanganan evakuasi masih dalam proses pendataan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait di lapangan.

Baca Juga :  Antrean Solar Mengular Akibat Praktik Pelangsir, Polres Merangin Diduga sengaja Biarkan Sindikat BBM Bersubsidi Merajalela

Sebagai informasi, KM Mutiara Sentosa II merupakan kapal jenis Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) yang dioperasikan oleh PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP).

Kapal berukuran panjang 160 meter dan lebar 25 meter ini rutin melayani penyeberangan lintas provinsi dari Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta (Makassar) dengan estimasi waktu tempuh sekitar 40 jam.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru