Lukisan “Kuda Api” Karya SBY Laku Rp 6,5 Miliar, Dibeli Low Tuck Kwong

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Lukisan bertajuk “Kuda Api” karya Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berhasil terjual dengan harga fantastis Rp 6,5 miliar dalam acara lelang amal. Karya seni tersebut dibeli oleh konglomerat dan pengusaha tambang Low Tuck Kwong, pendiri PT Bayan Resources.
Lelang lukisan berlangsung dalam acara perayaan Imlek Partai Demokrat 2026 yang digelar di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026). Proses lelang dipandu oleh Ketua BPOKK Partai Demokrat Ossy Dermawan dan berlangsung cukup sengit. Harga awal lukisan dibuka Rp 200 juta dan terus naik hingga mencapai miliaran rupiah.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan lukisan “Kuda Api” memiliki makna simbolik yang kuat, menggambarkan semangat energi, kekuatan, kerja keras, serta transformasi menuju Indonesia yang lebih maju dan damai.
“Semangatnya adalah energi, kekuatan, kerja keras, transformasi yang ingin kita hadirkan untuk Indonesia semakin maju dalam balutan kedamaian,” ujar AHY dalam sambutannya.
AHY juga menegaskan bahwa seluruh hasil lelang lukisan tersebut akan disalurkan untuk kegiatan kemanusiaan, termasuk membantu masyarakat prasejahtera dan korban bencana, serta komunitas Tionghoa yang membutuhkan.
“Hasil lelang lukisan tadi sepenuhnya untuk bantuan kemanusiaan, untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata AHY.
Lukisan “Kuda Api” dibuat secara khusus oleh SBY untuk perayaan Imlek dan menjadi simbol harapan serta solidaritas sosial melalui seni. Karya tersebut mencerminkan komitmen SBY dalam mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan melalui dunia seni rupa.

Baca Juga :  The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru