Mensos Targetkan Investigasi Dugaan Markup Sepatu Sekolah Rakyat Rampung Tiga Pekan

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf menargetkan investigasi dugaan markup pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat selesai dalam waktu maksimal tiga pekan.

Investigasi dilakukan Inspektorat Jenderal Kementerian Sosial menyusul sorotan publik terkait dugaan penggelembungan harga dalam pengadaan perlengkapan siswa tersebut.

“Target pendalaman ini paling lama tiga minggu. Awal bulan depan hasilnya sudah bisa disampaikan,” ujar Saifullah Yusuf usai Apel Ikrar Anti Korupsi di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Baca Juga :  Polri Tetapkan Dedi Congor Tersangka Gratifikasi Bea Cukai

Sebagai langkah awal, Kemensos telah membebastugaskan dua pejabat yang terkait langsung dengan proses pengadaan barang dan jasa. Keduanya yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) dan pejabat pada bagian perlengkapan serta barang milik negara.

Menurut Mensos, pemeriksaan tidak hanya menyasar pengadaan tahun anggaran 2025, namun juga proses pengadaan yang sedang berjalan pada 2026.

Ia menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran, pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi hingga menyerahkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Hapus MBG Hari Sabtu, Wamenkeu: Negara Hemat Rp1 Triliun Sehari

Selain itu, Kemensos juga menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna memperbaiki sistem tata kelola pengadaan barang dan jasa agar lebih transparan dan akuntabel.

Kasus dugaan markup sepatu Sekolah Rakyat belakangan menjadi perhatian publik karena dinilai berpotensi merugikan keuangan negara jika terbukti terjadi penyimpangan dalam proses pengadaan.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru